Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan izin rute proyek bandara ini telah dipegang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun, Bambang mengakui proses kontruksi mundur dari target yang ditentukan, karena adanya penyesuaian jalur KRL Commuter dan Kereta Ekspres jalur layang.
Ditargetkan proses pembebasan lahan dan kontruksi untuk KRL Commuter Bandara Soetta telah tuntas sebelum akhir 2014. "Di belakang jadwal. Kemaren ada sinkronasi design kereta bandara dan jalur layang," sebutnya.
Pada awal 2013 dulu, Kepala Humas KAI Sugeng Priyono pernah menyatakan kereta yang berangkat dari stasiun Sudirman Baru ke Bandara Soetta di Cengkareng bakal beroperasi di awal 2014 ini.
Untuk pengembangan ini, termasuk juga pengembangan Commuter Line Jabodetabek, KAI akan menggelontorkan dana mencapai Rp 5 triliun.
Harapannya, pada awal Januari 2014 KRL Comuter Line dari Manggarai ke Bandara Soetta sudah siap beroperasi. "Jadi pengerjaan sudah selesai nanti ditargetkan akhir 2013 atau awal 2014 sudah beroperasi," jelas Sugeng kala itu.
Pekan lalu, Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, proyek kereta bandara ini merupakan kerjasama Kemenhub dengan KAI. Untuk proses konstruksi untuk bagian KAI, dari Batu Ceper hingga Bandara Soetta akan dimulai pada pertengahan 2014. Jonan mentargetkan, KRL ini bisa melayani penumpang dari atau ke Bandara Soetta paling lambat akhir 2015.
"Mudah-mudahan Idul Fitri tahun ini pengerjaan fisik (dimulai). Harapan saya mudah-mudahan akhir tahun 2015 sudah bisa dioperasikan," kata Jonan.
Jonan menjelaskan, saat ini KAI sedang melakukan pembebasan lahan. Untuk mempercepat proses pembebasan lahan, KAI menunjuk petugas pembebasan lahan independen untuk menentukan nilai ganti rugi (appraisal) lahan yang akan dibayarkan kepada warga.
"Jadi sampai sekarang masalah pembebasan tanah secara prosedur sudah hampir selesai. Nanti kita proses untuk negosiasi, nunjuk appraisal independen. Itu yang akan dinegosiasikan kepada pemilik lahan," jelasnya
Untuk proses kontruksi, KAI menggelontorkan dana hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan proyek KRL Bandara Soetta ini.
"Rp 2 triliun kurang lebih, itu termasuk pembebasan lahan," jelasnya.
(dnl/dru)











































