Ini Alasan Jasa Marga Siap dan Berani Bangun Jembatan Selat Sunda

Ini Alasan Jasa Marga Siap dan Berani Bangun Jembatan Selat Sunda

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 16:20 WIB
Ini Alasan Jasa Marga Siap dan Berani Bangun Jembatan Selat Sunda
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap untuk ikut dalam pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Ini sesuai dengan penawaran pemerintah yang ingin melibatkan perusahaan BUMN dalam proyek ini.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menilai pembangunan jembatan penghubung Sumatera dan Jawa sangat penting dilakukan segera. Sebab, Sumatera adalah harapan pusat pertumbuhan ekonomi kedua tersebesar setelah Jawa.

"Kalau melihat filosofi. Jembatan penghubung Sumatera dan Jawa itu sangat penting karena Sumatera itu adalah harapan kedua setelah Jawa dari segi perekonomian. Jadi urgent untuk dilakukan segera," ungkapnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Ia sangat optimis JSS dapat segera terealisasi. Karena dibangun bersama-sama. Di mana BUMN sudah diikutsertakan bekerjasama dengan perusahaan swasta.

"Kan sudah ada ketentuan BUMN dan swasta jadi perlu ramai-ramai lah agar terealisasi. Jadi bagaimana ini memberikan konstribusi untuk masyarakat. Kita tidak perlu pikirkan apapun, yang penting ini dibangun," jelasnya

Proyek JSS memakan biaya sebesar Rp 100 triliun. Adityawarman meminta kebijaksanaan dari pemerintah dalam pembangunan, seperti insentif. Sebab banyak risiko dari proyek tersebut.

"Pemerintah perlu kebijaksanaan untuk itu. Kan itu besar sekali Rp 100 triliun, biaya FS nya saja Rp 30 triliun. Pemerintah juga harus bisa memberikan sesuatu kepada BUMN. Apa yang dikasih kita belum tahu," imbuhnya.

"Kita kalau memang diminta harus siap dengan kontribusi masing-masing. Pemerintah memberikan apa pada kita misalnya tax holiday, insentif apapun. Ini kan proyek besar. Kalau kita hitung kalkulasikan 30 tahun juga belum tentu balik proyek ini. Besar banget. Tapi kalo kita disuruh masuk kita bakal masuk," terang Adityawarman

(mkl/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads