Merpati Diminta Sampaikan Perbaikan Business Plan
Rabu, 08 Des 2004 11:19 WIB
Jakarta -
PT Merpati Nusantara Airlines diharapkan untuk menyampaikan perbaikan business plannya ke Deparetemen Keuangan secepatnya. Pasalnya Depkeu tidak bisa menindaklanjuti upaya penyehatan Merpati tanpa adanya business plan."Harusnya lebih ketat lebih baik karena ini untuk kepentingan Merpati sendiri. Kelihatannya mereka masih menghitung-hitung lagi," kata Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P. Nasution di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (8/12/2004).Menurutnya hingga saat ini pihak Merpati belum menyerahkan perbaikan business plan. Namun tim teknis terus melakukan pembahasan. Dari sisi Depkeu, katanya, setidaknya ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Misalnya dalam jangka pendek menyangkut neraca keuangan dan jangka panjang menyangkut program restrukturisasi yang meliputi kejelasan komposisi kepemilikan saham, bisnis Merpati akan dibawa kemana, upaya menekan biaya, dll. Meski saat ini sudah di penghujung tahun yang akan memperberat keuangan Merpati, menurut Mulia, dirinya tidak bisa memproses sebelum business plan itu ada. "Ya kalau dari pihak Merpati belum ada, kita tidak bisa memaksa. Kalau sudah masuk maka akan segera ditangani," katanya.Defisit AnggaranPada kesempatan yang sama Mulia juga menjelaskan defisit anggaran hingga saat ini masih di bawah target. Oleh karena itu, defisit anggaran yang direncanakan akan diperlonggar dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen bisa terpenuhi. "Ini masih ada dua minggu lebih. Kalau sekarang masih di bawah target, memang belanja masih ada tapi pendapatan juga," tukasnya.
(nit/)










































