Demi Tol Aceh-Lampung, 3 BUMN Rela Lahannya Dipakai

Demi Tol Aceh-Lampung, 3 BUMN Rela Lahannya Dipakai

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2014 11:19 WIB
Demi Tol Aceh-Lampung, 3 BUMN Rela Lahannya Dipakai
Jakarta - Rencana pembangunan jalan tol yang membentang dari provinsi Lampung hingga Aceh atau sering dikenal tol Trans Sumatera terus bergulir. Tahap awal pembangunan tol Trans Sumatera akan difokuskan pada beberapa ruas. Salah satunya ruas yang akan dibangun adalah Medan-Binjai sepanjang 16,8 kilo meter (KM).

Untuk mendukung dan mempercepat pembangunan tersebut, 3 BUMN bidang perkebunan yakni PT Perkenbunan Nusantara (PTPN) II, PTPN III, dan PTPN IV merelakan lahan perkebunannya dilewati ruas tol Trans Sumatera. Lokasi perkebunan dari 3 BUMN ini terletak di wilayah Sumatera Utara.

"Pembebasan lahan PTPN di Medan area. Area PTPN II, III, IV," kata Deputi BUMN bidang Industri Primer M. Zamkhani usai rapim BUMN di lantai 17 Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Untuk proses pembebasan lahan ini, Kementerian BUMN telah berkoordinasi Kementerian Pekerjaan Umum selaku regulator jalan tol. Proses ganti rugi lahan milik PTPN tersebut, kata Zamkhani sedang berlangsung. "Itu sudah lama prosesnya. Sebagian sudah dibebaskan dan sudah diterima ganti ruginya," terangnya.

Zamkhani mengakui, pembicaraan awal pembebasan lahan baru melibatkan 3 BUMN tersebut. Ke depan akan terus berlanjut seiring perkembangan pembangunan ruas tol Trans Sumatera sepanjang 2.771 Km.

Pada kesempatan itu Zamkhani menjelaskan, pembangunan ruas tol Trans Sumatera tahap I yang melewati lahan BUMN perkebunan ini ternyata memiliki dampak positif dan negatif. Meski belum ada kajian secara mendalam, tetapi berdasarkan pengalaman pembangunan ruas tol Cipularang yang melewati perkebunan teh milik PTPN VIII. Menurut Zamkhani, dampak positifnya adalah nilai lahan dan perekonomian yang dilewati jalan tol ikut merangkak naik.

"Positifnya perekonomian di sekitar itu dan harga tanah naik," sebutnya.

Sedangkan dampak negatifnya adalah, potensi penurunan kualitas komoditas tanaman yang dilalui tol. Umumnya daerah tersebut ditanami perkebunan kelapa sawit. Zamkhani menjelaskan, penurunanan kualitas tanamanan ini telah terjadi pada area perkebunan teh milik PTPN VIII.

"Dampak lahan PTPN yang dilewati tol seperti di Cipularang. Di sana ada lalu lintas melalui kebun teh. Dengan adanya lalu lintas kendaraan, hamparan the terganggu produksinya dan kualitas tehnya turun karena sebagian lahannya dipotong tol," terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menugaskan kepada BUMN karya yakni PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun ruas tol Sumatera. Tahap awal, Hutama Karya berencana menggarap ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, Bakauheni-Terbanggi Besar. Namun hingga kini, pembangunan belum berjalanan karena menunggu Peraturan Presiden (Perpers) penugasan.

Tol Trans Sumatera ini mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian Sumatera. Bahkan Sumatera bisa mengalahkan Malaysia bila tol dari Aceh sampai Lampung ini berhasil dibangun.

(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads