Tol Trans Sumatera Bakal Pakai Lahan Tebu Milik BUMN Ini

Tol Trans Sumatera Bakal Pakai Lahan Tebu Milik BUMN Ini

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2014 16:26 WIB
Tol Trans Sumatera Bakal Pakai Lahan Tebu Milik BUMN Ini
Jakarta - Rencana pembangunan ruas tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh akan memakai lahan perkebunan milik perusahaan pelat merah. Akuisisi dan penggunaan lahan BUMN dilakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan.

Salah satu BUMN yang akan dipakai lahannya adalah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Sumatera Utara. BUMN perkebunan ini harus merelakan tanahnya untuk dipakai untuk ruas tol Medan-Binjai. Ruas ini merupakan bagian dari tol trans Sumatera sepanjang 2.771 kilometer (km).

"Ruas Medan-Binjai banyak lewati perkebunan kita. Kalau Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, lahan kita sedikit yang kena. Di sana banyak lahan PTPN III dan IV," kata Corporate Secretary PTPN II Suharto kepada detikFinance, Kamis (13/3/2014).

Ruas Medan-Binjai sepanjang 16,8 km merupakan salah satu ruas prioritas pembangunan proyek tol trans Sumatera tahap awal. Suharto menjelaskan lahan yang akan digunakan tersebut kebanyakan ditanami tanaman tebu.

"Tanaman yang kita biasa tanam adalah kelapa sawit, tembakau, karet, dan tebu. Kalau yang jalan tol Medan-Binjau kebanyakan lahan tebu," jelas Suharto.

Ia belum bisa merinci berapa besar lahan yang akan diambil untuk pembangunan ruas tol Medan-Binjai. Pasalnya proses pembebasan lahan masih berjalan. "Itu ada pertemuan dengan pemda," jelasnya.

Suharto menuturkan, lokasi perkebunan PTPN II tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Papua. Untuk wilayah Sumatera Utara, PTPN memiliki lahan seluas 90.000 hektar. Suharto menjelaskan, tidak ada dampak penurunan kualitas tanaman tebu jika lahannya jadi dilewati ruas tol Medan-Binjai.

"Saya nilai nggak ada dampaknya. Perkebunan kita kan puluhan ribu hektar. Malah saya berpendapat, perkebunan diuntung kala tol dibangun karena nanti bisa jadi pembatas," sebutnya.

Karena adanya pembanguan ruas tol ini, menurut Suharto, justru perekonomian dan nilai lahan di area tol bakal terkerek naik. "Makin banyak pembangunan, ekonomi jadi menguntungkan. Perkebunan juga tambah eksis," katanya.

Sebelumnya, Deputi Kementerian BUMN bidang Industri Primer M. Zamkhani menjelaskan, 3 BUMN bidang perkebunan yakni PTPN II, III, dan IV merelakan lahan perkebunannya dilewati ruas tol Trans Sumatera. Dukungan ini untuk mempercepat pembangunan dan pembebasan lahan khususnya ruas. Medan-Binjai sepanjang 16,8 KM.

"Pembebasan lahan PTPN di Medan area. Area PTPN II, III, IV," kata Zamkhani pagi tadi.

Seperti diketahui, pemerintah telah menugaskan kepada BUMN karya yakni PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun ruas tol Sumatera. Tahap awal, Hutama Karya berencana menggarap ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, Bakauheni-Terbanggi Besar. Namun hingga kini, pembangunan belum berjalanan karena menunggu Peraturan Presiden (Perpres) penugasan.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads