Salah seorang pelaku usaha di bidang sepeda motor klasik adalah Indra Jaya. Pria berusia 29 tahun ini adalah pemilik Classic Bikers Shop yang berdiri sejak 2008.
Bisnis Indra tidak lepas dari hobinya. “Saya suka sepeda motor klasik karena bentuknya berbeda, jarang orang pakai. Saya suka yang buatan Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan China,” katanya.
Classic Bikers Shop sendiri menjual berbagai sepeda motor klasik. Mulai dari buatan Birmingham Small Arms Company (BSA), Triumph, Harley-Davidson, sampai Ruby. Yang paling klasik adalah sepeda motor BSA buatan 1945.
“Konsumen kami berusia antara 30-60 tahun. Kebanyakan dari kelas menengah-atas,” kata Indra, yang memperoleh barang dagangannya dari hasil berburu sendiri atau membeli dari kolektor lainnya.
Selain sepeda motor klasik, toko yang terletak di daerah Bekasi ini juga menjual berbagai suku cadang dan aksesoris. “Kami juga menyediakan jasa modifikasi mengubah motor biasa menjadi motor klasik. Biayanya sekitar Rp 15 juta,” kata Indra.
Sepeda motor klasik yang paling murah dijual di Classic Bikers Shop dibanderol Rp 15-25 juta. Biasanya ini adalah sepeda motor Honda dengan berbagai varian, mulai dari yang berkapasitas mesin 400 cc sampai 600 cc. Sementara yang termahal adalah keluaran BSA dan Harley-Davidson, yang harganya sekitar Rp 45-250 juta.
Dari usahanya ini, Indra mengaku bisa mendapat omset sekitar Rp 50 juta per bulan. “Ini kalau penjualan sedang bagus. Kalau sedang agak turun mungkin sekitar Rp 25 juta,” tuturnya.
Ke depan, Indra menilai bisnis sepeda motor klasik memiliki prospek yang bagus. Hobi ini diperkirakan tetap akan bertahan meski sepeda motor baru terus dirilis. “Orang tidak akan bosan. Selain itu, sepeda motor ini semakin tua justru semakin mahal,” ucap Indra.
Jika harga sepeda motor klasik bisa terus naik, apakah ini bisa menjadi instrumen investasi? “Sangat bisa. Namun tidak semua jenis yang kenaikan harga signifikan,” sebut Indra.
Beberapa sepeda motor klasik yang layak investasi, demikian Indra, adalah keluaran Harley-Davidson atau Honda Shadow. “Kenaikan harganya sekitar 30 persen per tahun,” ujarnya.
(hds/DES)











































