"Kebutuhan pangan dan energi meningkat 2030-2045. Bangsa yang cerdas bisa jemput masa depannya, punya penglihatan jangka jauh," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY menyampaikan hal ini di sela peluncuran proyek gas bumi di Jateng yang berlokasi di PT Indonesia Power UBP, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014).
Dijelaskan SBY, perekonomian dalam negeri terus ditingkatkan agar Indonesia bisa bertahan 30-40 tahun mendatang. Kuncinya yakni ketahanan pangan dan energi.
"Mulai sekarang ini kita benar-benar menjaga ketahanan, kemandirian, kedaulatan pangan dan energi kita. Karena mengingat begitulah gambaran dunia 30-40 tahun mendatang," jelasnya.
Menurutnya, tak hanya pertumbuhan ekonomi yang harus terus ditingkatkan. Namun termasuk kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
"Kita juga punya program untuk targetkan langsung kurangi kemiskinan. Jika dijalankan semua ajaran pemerintah di negeri ini maka apa yang kita lakukan akan sampai pada tahun 2030 dan masa depan terutama menuju ke satu abad kemerdekaan kita di 2045," paparnya.
Pada bagian lain, SBY menyoroti ekonomi alias PDB Indonesia yang tumbuh hingga US$ 1 triliun. Hal ini mendongkrak kekuatan ekonomi dalam negeri ke posisi 16 terbesar di dunia.
"Ini akibat kerja keras kita semua. Tahun 1998 kita krisis, 10 tahun kemudian di 2008 kita masuk G20 dengan peringkat 16 dan masih akan terus meningkat," kata SBY.
Menurutnya, hal tersebut bukan merupakan anugrah yang datang dari langit. Ditegaskan SBY, konsep MP3EI atau Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia juga berperan membawa ekonomi Indonesia semakin kuat.
(dru/dnl)











































