Produksi Minyak BOB Turun 500 Barel per Hari
Rabu, 08 Des 2004 17:52 WIB
Jakarta - Produksi minyak mentah Badan Operasi Bersama (BOB) di Riau dalam sepekan ini turun 500 barel per hari dari kondisi normal 30 ribu barel per hari. Penurunan produski minyak mentah itu terkait perbaikan pompa minyak.Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Hulu Migas (BP-MIGAS) Wilayah, Sumatera Bagian Utara, Luluk Harijanto, membenarkan hal itu saat dihubungi detikcom, per telepon, Rabu (8/12/2004).Luluk mejelaskan, produksi minyak mentah BOB milik patungan perusahaan daerah PT Bumi Siak Pusako bersama Pertamina Hulu, mengalami penurunan 500 barel per hari terkait adanya gangguan teknis di salah satu sumur minyak di Kabupaten Siak-Riau. Namun penurunan minyak itu belum dianggap terlalu signifikan."Saya kira penurunan produksi minyak di BOB belum begitu signifikan. Terkecuali bila penurunan produksi itu di atas 5.000 barel per hari," kata Luluk.Gangguan sumur-sumur minyak yang dimaksud itu, lanjut Luluk, beberapa hari lalu sempat terjadi aksi unjuk rasa masyarakat setempat di kawasan sumur minyak 42 dan 09. Dalam aksinya, warga melakukan pembakaran ban-ban bekas di sekitar sumur minyak."Demi keamanan, kita mematikan satu sumur minyak yakni 09 selama 3 jam. Namun beberapa jam berikutnya sumur itu sudah bisa dioperasikan kembali. Tentunya adanya pemberhentian itu dengan sendirinya terjadi gangguan teknis yang menghambat produksi. Tapi, kini semuanya sudah berjalan normal," kata Luluk.Ladang-ladang minyak milik BOB, setiap sumur bisa menghasilkan 100 barel per hari. Selain adanya gangguan keamanan tersebut, dalam sepekan ini juga ada perbaikan water cut di sejumlah sumur minyak. Ibarat mobil, kata Luluk mencontoh, merupakan hal yang biasa dilakukan service dalam sebulan sekali."Hal yang biasa bila water cut dilakukan perbaikan dalam sebulan sekali. Memang selama perawatan itu, bisa menggangu produksi minyak, namun tidak terlalu signifikan. Hari ini saya mendapat laporan produksi minyak sudah naik 200 barel dari kondisi sebelumnya," terang Luluk.Luluk menerangkan, selama ini pihak BP-MIGAS menargetkan produksi minyak BOB mencapai 35 ribu barel per hari. Namun saat ini, BOB baru mampu memproduksi minyak mentah 30 barel per hari. "Kekurangan target itu masih dalam batas yang normal," kata Luluk.Belum tercapainya target produksi itu, menurut Luluk, banyaknya kendala di lapangan, seperti listrik dan ganguan keamanan. Masalah gangguan keamanan selama ini BP-MIGAS dan BOB sendiri, tetap melakukan upaya pendekatan secara sosial."Soal adanya tuntutan bantuan yang diharapkan warga sekitar, kita tetap melakukan pendekatan secara sosial. Sesuai dengan paraturan yang ada, kontraktor production sharing (KPS) hanya memberikan bantuan dalam bentuk kepentingan umum."Misalnya, kalau adanya masyarakat yang meminta bantuan untuk pembangunan mesjid, kita tidak memberikan bentuk bantuan uang kontan. Tapi, kita akan membangun mesjid itu. Karena itulah, dalam masalah dana bantuan KPS semua pihak harus bisa saling memahami," kata Luluk.
(djo/)











































