"Ada tiga negara yang sering mencampurkan klorin ke beras yaitu kita (Indonesia), Vietnam dan Myanmar," ungkap penjual beras sekaligus mantan importir beras yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikFinance, Jumat (14/03/2014).
Praktik seperti ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu namun sayangnya tidak ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Padahal zat klorin masuk kategori zat yang cukup berbahaya.
Sementara itu praktik pemolesan beras dengan klorin lazim dilakukan pedagang beras karena ketidakmampuan mereka membeli alat pemoles beras atau yang biasa disebut Rice Polishing Machine. Dikatakan dia, harga Rice Polishing Machine cukup mahal yaitu hingga mencapai Rp 1 miliar/unit.
"Mesin itu (Rice Polishing Machine) cukup mahal sesuai kapasitasnya berapa. Ada yang 5 ton/jam dengan sirkuit komputer beras harganya Rp 500 juta/unit atau dengan kapasitas di atas itu dengan sirkuit komputer mini harganya Rp 1 miliar. Mesin itu diproduksi di Jepang," katanya.
Salah satu negara yang sudah banyak menggunakan mesin ini adalah Jepang dan Thailand. Sehingga pemolesan beras dengan klorin khususnya di Thailand sangat sedikit terjadi atau bahkan tidak ada.
"Kalau Thailand sudah jarang karena pertanian mereka sudah maju dan mereka sudah mampu membuat mesin ini," katanya.
(wij/hen)











































