"Bila dilihat dari fisik beras cukup sulit membedakan antara beras yang mengandung klorin atau tidak," kata penjual beras sekaligus mantan importir beras yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikFinance, Jumat (14/03/2014).
Ia mengatakan ada beberapa cara manual yang bisa dilakukan konsumen untuk membedakan antara beras yang mengandung klorin dengan yang tidak.
Mantan importir ini menjelaskan untuk beras tanpa klorin, umumnya mempunyai warna putih tetapi agak kelabu dan sedikit kusam. Kemudian berbau khas beras. Jika direndam ke dalam air, airnya hanya sedikit berwarna putih.
Berbeda dengan beras yang mengandung klorin mempunyai ciri-cirinya warnanya sangat putih mengkilat dan licin bila disentuh tangan. Bau beras berklorin juga seperti bau obat dan bila direndam ke dalam air warnanya putih pekat.
Cara itu adalah langkah awal konsumen bisa membedakan beras berklorin dengan yang tidak. Menurut dia, cara efektif yang bisa dilakukan untuk membedakan beras apakah mengandung klorin atau tidak adalah dengan melakukan uji laboratorium.
"Harus pakai uji lab. Kalau dilihat dengan mata saja saya khawatir kecolongan," jelasnya.
(wij/hen)











































