Jokowi Dipercaya Bisa Perkuat Perdagangan Domestik

Jokowi Dipercaya Bisa Perkuat Perdagangan Domestik

- detikFinance
Sabtu, 15 Mar 2014 12:32 WIB
Jokowi Dipercaya Bisa Perkuat Perdagangan Domestik
Jakarta - Penunjukan Joko Widodo (Gubernur DKI) sebagai Calon Presiden dari partai PDI P, ditanggapi positif oleh para pengusaha serta dianggap mampu memperkuat pasar domestik.

Ketua Komite Tetap Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Riza Suarga menilai bahwa pengajuan Jokowi menjadi Calon Presiden RI ini merupakan hal positif, karena menurutnya kebijakan pemerintah saat ini hanya mencari aman saja.

"Positif sekali, artinya memang saya bukan percaya dengan poling, poling itu indikator awal tapi menggambarkan keinginan publik. Dari sisi pengusaha respons positifnya ini merupakan satu langkah awal yang bagus, politik sekarang cukup smart, dari sisi pengusaha ini harapan positif karena selama ini kebijakan Pemerintah hanya cari aman saja," kata Riza Suarga kepada detikFinance, Sabtu (15/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya bahkan menilai jika Jokowi menjadi presiden maka pasar domestik di Indonesia akan cukup kuat

"Ekonomi ke depan itu dibutuhkan presiden baru yang memperkuat pasar domestik, 240 juta penduduk yang mampu 20%, orang Indonesia harus naik kelas infrastrukturnya bagus daya beli masyarakat harus naik kuat, Sosok Jokowi Sudah mencerminkan Jiwa itu,"

Pihaknya menambahkan bahwa Presiden ke depan itu harus mampu mensejahterakan rakyatnya terlebih dahulu, setelah itu baru memperkuat posisi Indonesia di dunia luar negeri.

"Jadi Presiden ke depan harus mampu mensejahterakan rakyatnya dulu kalau rakyatnya sudah kenyang dan kebutuhan infrastruktur sudah mapan, baru boleh kita ekspor seperti yg dilakukan oleh China, Malaysia dan Thailand," tambahnya.

Riza menambahkan salah satu kunci adalah antara presiden baru dan para menteri harus kompak untuk terus menjalankan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.

"Kuncinya pembantunya nanti harus yang solid dan kompak serta konsisten menjalankan platform Ekonomi kerakyatan ini. Sehingga Indonesia bisa menentukan nasibnya sendiri, bukan terombang-ambing seperti sekarang. Kurs Rupiah terombang-ambing oleh kebijakan The Fed misalnya, padahal kita ini negara berdaulat yang punya sumber daya alam berlimpah, sumber daya manusia yang banyak dan potensi yg kuat," pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads