Pengembangan sapi sawit memang belum dikembangkan secara masif di Indonesia. Bahkan berdasarkan data kementerian pertanian, minat terhadap bisnis ini masih sepi peminat.
Namun di Koatawaringin Barat, Kalimantan Tengah beberapa perusahaan sawit sukses mengembangkan sapi sawit. Misalnya PT Surya Sawit Sejati, PT Citra Borneo Indah dan anak perusahaannya PT Sulung Ranch serta PT Astra Agro Lestari.
Salah satu perusahaan tersebut yaitu PT Sulung Ranch sudah menerapkan sapi sawit dengan baik. Berikut ini proses sapi sawit di PT Sulung Ranch.
|
|
2. Pembibitan dan Penggemukan
|
|
Pemeliharaan Breeding dilakukan dengan metode semi intensif yaitu dilepas di kebun namun tetap dikontrol dengan menggunakan kawat beraliran listrik rendah sebagai pembatasnya, metode ini secara langsung akan mengurangi populasi gulma dan akan mengurangi biaya herbisida.
Kandang breeding dibagi dua antara Sapi Bali murni dan sapi campuran, hal ini untuk menjaga kemurnian Sapi Bali yang memang sedang digalakkan pemerintah. Pemeliharaan fattening dilakukan dengan metode intensif dengan dikandangkan penuh dan pakan disediakan.
Pakan sapi berasal dari limbah industri pengolahan kelapa sawit berupa pelepah kelapa sawit, bungkil kelapa sawit dan prone (limbah industri berbentuk cairan kental). Sisanya sekitar 20% dibeli dari Pulau Jawa karena memang tidak tersedia di Kalimantan Barat seperti tetes, dedak dan onggok.
2. Pembibitan dan Penggemukan
|
|
Pemeliharaan Breeding dilakukan dengan metode semi intensif yaitu dilepas di kebun namun tetap dikontrol dengan menggunakan kawat beraliran listrik rendah sebagai pembatasnya, metode ini secara langsung akan mengurangi populasi gulma dan akan mengurangi biaya herbisida.
Kandang breeding dibagi dua antara Sapi Bali murni dan sapi campuran, hal ini untuk menjaga kemurnian Sapi Bali yang memang sedang digalakkan pemerintah. Pemeliharaan fattening dilakukan dengan metode intensif dengan dikandangkan penuh dan pakan disediakan.
Pakan sapi berasal dari limbah industri pengolahan kelapa sawit berupa pelepah kelapa sawit, bungkil kelapa sawit dan prone (limbah industri berbentuk cairan kental). Sisanya sekitar 20% dibeli dari Pulau Jawa karena memang tidak tersedia di Kalimantan Barat seperti tetes, dedak dan onggok.
3. Program Swasembada Daging
|
|
Saat ini populasi sapi di Indonesia sekitar 14 juta dengan produksi sapi per tahun 2,5 juta ekor sedangkan yang harus dipotong sekitar 3 juta ekor. Artinya ada kekurangan sekitar 500 ribu ekor, kekurangan inilah yang masih dipenuhi melalui impor dari Australia.
Berdasarkan hitungan di atas kertas, lahan kelapa sawit di Indonesia mencapai 9 juta hektar, apabila dengan kapasitas pengembalaan untuk sapi 1 ekor/hektar dan semua perusahaan tersebut mau menjalankan program integrasi sapi sawit maka otomatis, Indonesia punya 9 juta ekor ditambah 14 juta populasi yang sudah ada.
3. Program Swasembada Daging
|
|
Saat ini populasi sapi di Indonesia sekitar 14 juta dengan produksi sapi per tahun 2,5 juta ekor sedangkan yang harus dipotong sekitar 3 juta ekor. Artinya ada kekurangan sekitar 500 ribu ekor, kekurangan inilah yang masih dipenuhi melalui impor dari Australia.
Berdasarkan hitungan di atas kertas, lahan kelapa sawit di Indonesia mencapai 9 juta hektar, apabila dengan kapasitas pengembalaan untuk sapi 1 ekor/hektar dan semua perusahaan tersebut mau menjalankan program integrasi sapi sawit maka otomatis, Indonesia punya 9 juta ekor ditambah 14 juta populasi yang sudah ada.
4. Kelebihan Peternakan Sapi Sawit
|
|
Selain penghematan biaya herbisida, integrasi sapi sawit juga berkontribusi untuk menghasilkan pupuk yang juga mengurangi jumlah biaya produksi pupuknya namun Dwi belum menghitung secara rinci angkanya.
Selain dari sisi perkebunan, pengurangan biaya produksi juga terlihat nyata di sisi peternakan. Biaya pakan untuk pembibitan atau breeding sekitar Rp 4.000/hari sedangkan biaya penggemukan Rp 13.000/hari biaya pakan bisa ditekan rendah karena 80% berasal dari limbah milik sendiri yang diolah dan hanya 20% persen yang dibeli.
PT. Sulung Ranch ternyata mampu mencapai Average Daily Gain (ADG) atau Pertambahan Berat Badan Harian 1,2. Sehingga dengan harga hidup sekitar Rp 35.000/Kg dalam sehari secara hitungan kotor bisa mendapat laba kotor sekitar Rp 20.000/ekor/hari.
Biaya pakan di Sulung Ranch lebih rendah dari Australia dan membuktikan bahwa integrasi sapi-sawit ini sangat potensial.
4. Kelebihan Peternakan Sapi Sawit
|
|
Selain penghematan biaya herbisida, integrasi sapi sawit juga berkontribusi untuk menghasilkan pupuk yang juga mengurangi jumlah biaya produksi pupuknya namun Dwi belum menghitung secara rinci angkanya.
Selain dari sisi perkebunan, pengurangan biaya produksi juga terlihat nyata di sisi peternakan. Biaya pakan untuk pembibitan atau breeding sekitar Rp 4.000/hari sedangkan biaya penggemukan Rp 13.000/hari biaya pakan bisa ditekan rendah karena 80% berasal dari limbah milik sendiri yang diolah dan hanya 20% persen yang dibeli.
PT. Sulung Ranch ternyata mampu mencapai Average Daily Gain (ADG) atau Pertambahan Berat Badan Harian 1,2. Sehingga dengan harga hidup sekitar Rp 35.000/Kg dalam sehari secara hitungan kotor bisa mendapat laba kotor sekitar Rp 20.000/ekor/hari.
Biaya pakan di Sulung Ranch lebih rendah dari Australia dan membuktikan bahwa integrasi sapi-sawit ini sangat potensial.
5. Pemerintah Siap Bantu Pengusaha
|
Wamentan Rusman Heriawan di Peternakan Sapi Sawit
|
Selama ini eberapa perusahaan kelapa sawit yang kesulitan mengimpor sapi dari Australia karena tidak adanya payung hukum yang mengatur perusahaan kelapa sawit untuk mengimpor sapi. KiniΒ sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.98 tahun 2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan.
Pemerintah juga sudah menyelesaikan draft petunjuk teknis integrasi sapi sawit, saat ini sudah masuk ke biro hukum dan diperkirakan akan selesai Agustus tahun ini.
Kementan juga akan mengirim ahli-ahli teknisnya dengan cuma-cuma ke perusahaan yang berniat mengintegrasikan peternakan sapi dengan lahan sawit.
5. Pemerintah Siap Bantu Pengusaha
|
Wamentan Rusman Heriawan di Peternakan Sapi Sawit
|
Selama ini eberapa perusahaan kelapa sawit yang kesulitan mengimpor sapi dari Australia karena tidak adanya payung hukum yang mengatur perusahaan kelapa sawit untuk mengimpor sapi. KiniΒ sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.98 tahun 2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan.
Pemerintah juga sudah menyelesaikan draft petunjuk teknis integrasi sapi sawit, saat ini sudah masuk ke biro hukum dan diperkirakan akan selesai Agustus tahun ini.
Kementan juga akan mengirim ahli-ahli teknisnya dengan cuma-cuma ke perusahaan yang berniat mengintegrasikan peternakan sapi dengan lahan sawit.
Halaman 2 dari 10











































