Tak Lama Lagi Internet Rambah Semua Hal

Seperempat Abad Web dan Internet (5)

Tak Lama Lagi Internet Rambah Semua Hal

- detikFinance
Senin, 17 Mar 2014 17:53 WIB
Tak Lama Lagi Internet Rambah Semua Hal
Jakarta - Lembaga riset Pew Research Center baru-baru ini menggelar riset untuk merayakan seperempat abad penciptaan world wide web (www). Mereka bertanya pada lebih dari 2.500 pakar di bidang teknologi tentang bagaimana nasib Internet pada 2025.

Kebanyakan pakar itu sepakat, Internet akan merambah ke segala sendi kehidupan manusia. “Intelijensia buatan (artificial inteligence/AI) akan makin umum, internet 'segala sesuatu' akan makin luas, perangkat yang bisa dipakai badan juga lebih banyak,” kata Lee Rainie, Direktur Internet Project di Pew Research Center.

Sensor yang makin pintar. Data center dengan data yang semakin masif. Runtuhnya sistem keuangan berbasis negara menjadi mata uang digital, seperti Bitcoin. Lahirnya inovasi-inovasi yang mengintegrasikan Internet ke dalam segala aspek kehidupan manusia.

Rumah, kulkas, televisi, telepon, kamera, laptop, dan sebagainya, akan terhubung melalui Internet. Cisco menyebutnya “Internet Segala Sesuatu”. Sesungguhnya terminologi itu digagas oleh Kevin Ashton, seorang pakar teknologi dari Inggris, pada 1999.

“Internet akan beralih dari tempat kita mencari-cari video belaka ke kemampuan latar yang menopang bagaimana kita hidup sehari-hari,” kata Joe Touch, Direktur Information Sciences Institute Postel Center di Universitas Southern California, kepada Washington Post.

Menurut perhitungan Cisco, perusahaan teknologi informasi itu, sebanyak 99% obyek fisik yang ada di dunia saat ini belum terhubung satu sama lain. Baru 10 miliar dari 1,5 triliun perangkat yang ada di dunia, yang sudah terhubung satu sama lain via jaringan. Memang, jauh meningkat dari hanya 200 juta perangkat pada 2000.

Tapi masifnya penggunaan ponsel cerdas dan tablet dalam satu dekade terakhir membuat situasi berubah. Sepuluh tahun ke depan bahkan bakal lebih dramatis. Menurut Cisco, perangkat yang terhubung satu sama lain bakal mencapai 50 miliar.

Cisco memperhitungkan bahwa potensi nilai atau laba bersih dari “Internet Segala Sesuatu” akan mencapai US$ 14,4 triliun sampai 2022.

Masalahnya, di balik dunia yang makin terhubung itu, akan ada dampak negatifnya. Apa saja? Sebagian pakar yang ditanyai Pew Research Center percaya bahwa privasi itu akan jadi domainnya orang-orang berduit. Pemerintah dan penguasa akan makin meningkatkan pengawasan dan kontrol sosial.

“Mungkin bakal lebih banyak orang yang ditangkap, difitnah, terkait penggunaan data yang dimonitor, entah digunakan legal maupun ilegal,” kata Alan Clark, CEO sebuah perusahaan software.

 
(hds/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads