Dari ratusan karyawan Merpati yang datang ke DPR, ada 70-an pilot Merpati. Nampak juga terlihat sekitar 6 pilot asing saat proses tanya jawab di lantai 7 Gedung Nusantara I ruang Fraksi PDI-P berlangsung.
Para pilot asing menggunakan seragam khas penerbang. Mereka juga ikut berdemo di DPR menuntut kejelasan nasib pembayaran gaji yang belum dibayarkan sejak Desember 2013.
Salah satu penerbang senior Merpati yakni Capt Eudy Firwanto menjelaskan pilot-pilot asing tersebut berstatus pilot kontrak. Di Merpati, ada puluhan pilot kontrak berasal dari luar negeri dan masih bertahan hingga kini.
"Sekitar 30 pilot asing masih bertahan. Kebanyakan sebagai pilot di pesawat MA60," kata Eudy kepada detikFinance di lantai 7 Gedung Nusantara I, DPR, Senayan, Senin (17/3/2014).
Eudy menjelaskan para pilot tersebut merupakan penerbang muda. Para penerbang asing tersebut berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Prancis, Malaysia, Australia hingg Belanda.
"Malaysia, Australia, Francis, Jepang, Korea juga ada. Mereka status pegawai kontrak," katanya.
Menurut pilot yang telah 18 tahun bergabung dengan Merpati ini, sebanyak 160 pilot berstatus pegawai tetap yang masih setia. Jumlah ini akan terus menurun karena para pilot memutuskan pindah ke perusahaan penerbangan lainnya. Pasalnya pilot Merpati memiliki kemampuan mumpuni yang diperlukan maskapai Tanah Air. "160-an masih tersisa. Setiap hari ada resign," katanya.
Eudy mengaku akan mengikuti jejak rekan-rekannya yang lebih dahulu mengajukan pengunduran diri. Ia berencana pindah ke Garuda Indonesia. "April ini rencana resign. Saya cari maskapai terbaik seperti Garuda," kata penerbang pesawat tipe Boeing 737 series dan CN 235 ini.
(feb/hen)











































