Akibatnya harga jual bawang merah dari petani kepada pengepul hanya dihargai Rp 6.000 hingga Rp 7.000/kg. Padahal normalnya harga bawang merah di tingkat petani sedikitnya Rp 14.000/Kg.
"Harganya anjlok karena musim hujan kualitas bawang merahnya jelek. Hanya dihargai Rp 6.000-7.000/kg paling tinggi Rp 8.000/kg," ungkap salah satu petani bawang merah di Nganjuk Jawa Timur Nempli kepada detikFinance, Senin (17/03/2014).
Padahal untuk menanam satu hektar bawang merah, Nempli mengaku butuh modal sekitar Rp 65 juta-70 juta. Ditambah lagi produktivitas bawang merah juga mengalami penurunan dari rata-rata produksi normal mencapai 12-14 ton kini hanya 7-8 ton.
"Rugi dengan harga produksi segitu kemudian dijual dengan harga paling tinggi Rp 8.000/kg," imbuhnya.
Idealnya menurut Nempli harga jual bawang merah di tingkat petani berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000/kg. Petani sekarang mau tidak mau melepas harga bawang merah cukup rendah dan memanen lebih awal daripada bawang membusuk dan rontok dari tangkainya yang mengakibatkan harga bawang terus anjlok.
Selain itu petani juga membutuhkan modal baru untuk masa musim tanam kedua yang akan dilakukan pada pertengahan bulan Maret ini.
"Ini sudah rutin kalau musim hujan memang panen bawang tidak terlalu baik dan harga anjlok petani rugi. Setelah ini masuk masa tanam kedua di musim kemarau Insya Allah harga akan bagus karena kualitas bawang kalau musim kemarau lebih bagus," jelasnya.
Sementara itu harga bawang merah di tingkat pasar tradisional cenderung stabil. Harga bawang merah saat ini Rp 24.000/kg di Jakarta.
(wij/hen)











































