Ini Pengusaha Sekaligus Politisi yang Punya Jet Pribadi

Ini Pengusaha Sekaligus Politisi yang Punya Jet Pribadi

- detikFinance
Rabu, 19 Mar 2014 14:15 WIB
Ini Pengusaha Sekaligus Politisi yang Punya Jet Pribadi
Jakarta - Musim pemilihan umum biasanya menjadi ladang uang bagi bisnis sewa jet pribadi, karena para pejabat partai kerap menyewa jet pribadi untuk keperluan kampanye.

Namun pada pemilu tahun ini, peminat sewa jet pribadi dari kalangan politisi menurun. Karena, sudah banyak politisi yang sekaligus pengusaha, memiliki jet pribadi sendiri. Siapa saja?

Dari hasil informasi yang dihimpun detikFinance, Rabu (19/3/2014), memang ada beberapa politisi yang juga pengusaha pemilik jet pribadi yang terparkir di bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Salah satunya adalah Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra ini sering bepergian menggunakan pesawat Embraer Legacy 600 berkapasitas 13 penumpang miliknya.

Pada pemilu 2009 lalu, detikFinance sempat mengikuti Prabowo dengan jet pribadinya. Prabowo memang sering menggunakan jet pribadinya saat kampanye ke daerah-daerah.

Tak hanya Prabowo, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical juga memiliki jet pribadi yang sejenis. Pesawat buatan Brasil itu dibanderol sekitar US$ 27,5 juta atau Rp 275 miliar.

"Prabowo, Surya Paloh, Aburizal Bakrie punya pesawat pribadi di sini, sering pergi-pergian. Paling sering Prabowo, ke Hong Kong, Singapura," kata seorang sumber detikFinance yang berprofesi sebagai pengangkut koper di Bandara Halim yang pernah diwawancara detikFinance.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) juga punya jet pribadi. Dari sejumlah informasi yang dihimpun, jet pribadi milik JK memiliki lebih besar, dan kapasitasnya mencapai 60 orang.

JK memang memiliki hobi jalan-jalan. Itu ditunjang dengan armada yang dimilikinya itu. Pada 2009 lalu, pernah ditulis bahwa JK seringkali disebut 'nekat' bila ingin mengunjungi sebuah daerah. Saat diundang ke Poso sekitar 2009-2010, JK 'memaksa' pesawat jet jenis BAE 146/200 untuk mendarat di Bandaran Kasiguncu, Poso. Padahal, inilah pertama kali bandara ini didarati oleh pesawat sebesar itu. Biasanya, pesawat ini dijadikan tempat mendarat oleh pesawat yang lebih kecil.

Selain politisi sekaligus pengusaha, ada juga partai yang secara khusus menyewa pesawat dalam rangka kampanye pada pemilu tahun ini.

Salah satu contohnya adalah partai PDI-Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng bermoncong putih ini menyewa khusus dua jenis pesawat yang terparkir di bandara Halim Perdanakusumah. Pesawat pertama adalah jenis Boeing 737-800 milik maskapai Lion Air dan pesawat kedua adalah pesawat semi-jet berukuran kecil. Terlihat di badan pesawat sebuah tagline kampanye PDIP 'Indonesia Hebat' dengan kata 'hebat' berwarna merah terang.

Pesawat Boeing 737-800 ini dapat memuat sekitar 58 penumpang dengan pembagian 16 kursi kelas bisnis dan 42 kursi di kelas ekonomi. Berdasarkan informasi salah satu petugas pesawat, pesawat boeing ini memang khusus untuk disewakan.

Pada Senin 17 Maret 2014, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bersama pengurus DPP PDIP lainnya menggunakan pesawat ini untuk bepergian menuju Surabaya, Jawa Timur guna kampanye akbar.

"Pesawat baru digunakan pertama kali saat kampanye di Surabaya. Ada dua pesawat yang kita sewa," ujar Wasekjen PDIP Hasto Kristianto.

Partai lainnya yang terlihat menyewa pesawat untuk berkampanye adalah Partai NasDem. NasDem juga terlihat memiliki dua pesawat dengan lambang partai di badan pesawat. Ketua Umum NasDem Surya Paloh terlihat menggunakan pesawat bertipe Boeing itu saat hendak meninggalkan Surabaya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, bisnis penyewaan jet pribadi pada pemilu tahun ini sepi. Salah alasannya adalah karena banyak politisi sekaligus pengusaha yang memiliki jet pribadi sendiri.

"Itu salah satu faktor, sekarang capresnya itu punya pesawat pribadi, Pak Surya Paloh, Pak Aburizal Bakrie. Jadi kita yang di bisnis air chartered jadi sepi juga," kata Denon.

Selain itu Denon menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar beberapa waktu lalu pun, berkontribusi besar terhadap menurunnya minat dari para penyewa jet pribadi.

"Kalau kurs sekarang kan di atas Rp 11 ribu. harga sewa pesawat tersebut jadi tinggi, harga fuel (bahan bakar) itu juga tinggi, jadi banyak sewa pesawat sendiri itu jadi menurun," tambahnya.

Tak hanya itu, ketatnya peraturan di masa pemilu tahun ini menyebabkan para caleg dan capres berhati-hati mengalokasikan dana kampanye.

"Saya juga sudah bilang ke kawan-kawan di maskapai, kalau ada yang mau sewa hati-hati, jangan nanti aliran dananya tidak jelas kita itu diperiksa juga," katanya.

"Di satu sisi bagus saya bilang jadi tertib juga, jadi capres nggak sembarangan," imbuhnya.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads