Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2004 Capai 5 Persen

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2004 Capai 5 Persen

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2004 10:43 WIB
Jakarta - Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi 2004 bisa mencapai 5 persen atau di atas target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 4,8 persen. Selain itu sejumlah asumsi makro ekonomi, seperti rupiah juga akan sesuai target Rp 8.900 per dolar AS. "Pertumbuhan ekonomi yang semula ditargetkan 4,8 persen kemungkinan bisa terlampaui dan bahkan bisa mencapai 5 persen," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar saat raket dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2004). Raker itu juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan Menneg PPN/Bappenas Sri Mulyani Indrawati.Menurut Jusuf, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen karena kondusifnya perekonomian dan perdagangan, disamping relatif tingginya konsumsi. Bahkan pada semester I 2004 investasi juga menunjukkan perbaikan. Sementara itu untuk nilai tukar rupiah, berdasarkan catatan Depkeu, pada triwulan I 2004 rata-rata sebesar Rp 8.469 per dolar AS, triwulan II 2004 rata-rata Rp 9.000 per dolar AS dan triwulan III Rp 9.106 per dolar AS. "Jadi rata-rata sampai triwulan III 2004, rupiah berada di level Rp 8.910 per dolar AS sehingga sampai akhir tahun target nilai tukar rupiah Rp 8.900 dapat dicapai," ujarnya.Hal senada juga diungkapkan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Menurutnya sebenarnya nilai tukar rupiah sampai saat ini masih under value sehingga potensi penguatannya masih terbuka. Sementara untuk asumsi tingkat suku bunga SBI, pemerintah masih optimis bisa sesuai target sebesar 7,5 persen mengingat SBI rata-rata 7,4 persen pada periode Januari-November. Sedangkan harga minyak mentah Indonesia, diperkirakan sampai akhir tahun akan berada di level US$ 37 per barel karena rata-rata harga CPI dari Desember 2004-November 2004 mencapai US$ 37,1 per barel. Sementara untuk produksi minyak diperkirakan tidak akan bisa memenuhi target 1,072 juta barel per hari. Sampai akhir 2004 diperkirakan produksi minyak hanya mencapai 1,014 juta bph. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads