Tidak hanya di dalam negeri, sejumlah media asing pun ikut mengikuti sepak terjang gubernur DKI Jakarta ini. Berikut adalah pandangan beberapa media asing mengenai Jokowi:
|
|
The Economist: Soroti Blusukan Jokowi
|
|
Β
Artikel ini menulis seputar kebiasaan Jokowi blusukan, yang di satu sisi menunjukkan perhatian dan kedekatannya pada warga Ibukota. Namun bagi yang lain, blusukan ini dinilai sebagai pencitraan bahkan kampanye terselubung.
Β
Kinerja dan terobosan Jokowi juga disebutkan. Seperti memulai kembali proyek monorel dan mass rapid transit (MRT), penyaluran Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, sampai tetap kukuh menghadapi kritik menempatkan lurah yang beragama non-Islam.
The Economist: Soroti Blusukan Jokowi
|
|
Β
Artikel ini menulis seputar kebiasaan Jokowi blusukan, yang di satu sisi menunjukkan perhatian dan kedekatannya pada warga Ibukota. Namun bagi yang lain, blusukan ini dinilai sebagai pencitraan bahkan kampanye terselubung.
Β
Kinerja dan terobosan Jokowi juga disebutkan. Seperti memulai kembali proyek monorel dan mass rapid transit (MRT), penyaluran Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, sampai tetap kukuh menghadapi kritik menempatkan lurah yang beragama non-Islam.
New Straits Times: Disebut Seperti Barack Obama
|
|
Β
Artikel ini pun menuliskan bahwa selama menjadi DKI 1, memang masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai dan butuh waktu untuk merampungkannya. Namun sepertinya masyarakat sudah meyakini bahwa Jokowi berkinerja bagus dan siap untuk melenggang ke Istana.
Β
Kisah Jokowi pun dikatakan mirip dengan Benigno Aquino di Filipina. Rakyat yang sudah muak dengan korupsi mendambakan pemimpin baru yang menjanjikan.
New Straits Times: Disebut Seperti Barack Obama
|
|
Β
Artikel ini pun menuliskan bahwa selama menjadi DKI 1, memang masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai dan butuh waktu untuk merampungkannya. Namun sepertinya masyarakat sudah meyakini bahwa Jokowi berkinerja bagus dan siap untuk melenggang ke Istana.
Β
Kisah Jokowi pun dikatakan mirip dengan Benigno Aquino di Filipina. Rakyat yang sudah muak dengan korupsi mendambakan pemimpin baru yang menjanjikan.
Sidney Morning Herald: Simbolisme Jokowi
|
|
Β
Selain kegiatan kampanye, artikel tersebut juga menyebutkan simbolisme di baliknya. Jokowi memulai perjalanan di Jalan Teuku Umar yang merupakan simbol dari Aceh dan mengakhirinya di Stadion Cendrawasih, burung yang identik dengan Papua.
Sidney Morning Herald: Simbolisme Jokowi
|
|
Β
Selain kegiatan kampanye, artikel tersebut juga menyebutkan simbolisme di baliknya. Jokowi memulai perjalanan di Jalan Teuku Umar yang merupakan simbol dari Aceh dan mengakhirinya di Stadion Cendrawasih, burung yang identik dengan Papua.
South China Morning Post: Difavoritkan Menang
|
|
Β
Artikel ini berjudul Indonesia Starts Election Campaign with Jakarta Governor Joko Widodo Favourite to Become New President. βDia (Jokowi) menjadi favorit utama. Mungkin sulit bagi kandidat lain untuk mendekatinya,β kata Keith Loveard, Analis Senior Concord Consulting.
South China Morning Post: Difavoritkan Menang
|
|
Β
Artikel ini berjudul Indonesia Starts Election Campaign with Jakarta Governor Joko Widodo Favourite to Become New President. βDia (Jokowi) menjadi favorit utama. Mungkin sulit bagi kandidat lain untuk mendekatinya,β kata Keith Loveard, Analis Senior Concord Consulting.
The Washington Post: Jokowi Effect
|
|
Β
Alasan utama adalah sepak terjang politiknya. Jokowi berangkat dari pengusaha furnitur di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bernama Surakarta alias Solo. Kemudian dia berhasil menjadi orang nomor satu di kota tersebut selama dua periode, dan kemudian 'diekspor' ke Jakarta.
Β
Selama menjabat walikota Solo, Jokowi dikenal gigih melakukan reformasi. Melawan korupsi dan ramah terhadap pengusaha kecil adalah beberapa contohnya, yang membuat pria murah senyum ini meraup suara sampai 90 persen di Pilkada Solo 2010. Predikat ini masih melekat ketika Jokowi berkarir di Ibukota.
Β
Alasan kedua, Jokowi dinilai lahir bukan dari kesepakatan di pintu belakang. Inilah yang membuat sosoknya menjadi segar dan mengancam status quo di percaturan politik nasional.
The Washington Post: Jokowi Effect
|
|
Β
Alasan utama adalah sepak terjang politiknya. Jokowi berangkat dari pengusaha furnitur di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bernama Surakarta alias Solo. Kemudian dia berhasil menjadi orang nomor satu di kota tersebut selama dua periode, dan kemudian 'diekspor' ke Jakarta.
Β
Selama menjabat walikota Solo, Jokowi dikenal gigih melakukan reformasi. Melawan korupsi dan ramah terhadap pengusaha kecil adalah beberapa contohnya, yang membuat pria murah senyum ini meraup suara sampai 90 persen di Pilkada Solo 2010. Predikat ini masih melekat ketika Jokowi berkarir di Ibukota.
Β
Alasan kedua, Jokowi dinilai lahir bukan dari kesepakatan di pintu belakang. Inilah yang membuat sosoknya menjadi segar dan mengancam status quo di percaturan politik nasional.
Halaman 2 dari 12











































