Sri Mulyani: Skema Penyaluran Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran

Sri Mulyani: Skema Penyaluran Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2004 11:06 WIB
Jakarta - Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan Bappenas menunjukkan skema pemberian subsidi yang diberikan selama ini salah sasaran. Subsidi justru banyak dinikmati oleh kelompok kaya. "Dengan skema subsidi sekarang ini 20 persen kelompok kaya menikmati 50 persen subsidi sedangkan 20 persen kelompok penduduk miskin hanya menikmati 6 persen subsidi," kata Menneg PPN/Bappenas Sri Mulyani Indrawati saat raket dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2004). Raker itu juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan Menkeu Jusuf Anwar.Jika subsidi BBM pada APBN 2004 membengkak menjadi Rp 60 triliun maka Rp 30 triliunnya akan dinikmati oleh 20 persen penduduk kaya dan hanya Rp 2 triliun yang dinikmati oleh masyarakat miskin. Ia juga mencontohkan untuk minyak tanah rumah tangga saja, salah sasaran subsidi juga terjadi sangat parah. Berdasarkan survei 20 persen penduduk miskin hanya menikmati 10 persen subsidi, sedangkan 20 persen penduduk kaya menikmati 55 persen subsidi minyak tanah. "Jadi kebijakan untuk mengubah dari 40 persen subsidi dinikmati masyarakat kaya diubah menjadi dinikmati oleh rakyat miskin adalah suatu hal yang menarik dan menantang," katanya.Dijelaskan pula rencana pemerintah untuk menaikkan BBM kemungkinan akan berdampak, baik pada rakyat miskin maupun masyarakat kaya. Namun perbandingannya 1:7, artinya kenaikan BBM hanya akan berdampak pada 1 persen rakyat miskin. Dan 7 persennya berdampak pada masyarakat kaya. (nit/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads