Pemerintah Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2005 Jadi 5,5 Persen
Kamis, 09 Des 2004 11:42 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi dari asumsi based line sebesar 5,4 persen menjadi 5,5 persen pada 2005. Hal itu dilakukan karena kondusifnya kondisi ekonomi dan mulai bergeraknya kegiatan ekspor-impor.Demikian diungkapkan Menteri Keuangan Jusuf Anwar saat raket dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2004). Raker itu juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan Menneg PPN/Bappenas Sri Mulyani Indrawati.Sementara untuk tingkat laju inflasi diproyeksikan masih berada di kisaran 7 persen atau setidaknya 6 persen plus minus 1 persen. Tingkat suku bunga SBI pada 2005 diproyeksikan 7,5 hingga 8 persen, nilai tukar rupiah Rp 8.900 per dolar AS dan harga minyak US$ 35 per barel. "Angka ini akan bergerak terus dan akan kami pantau," katanya.Sebelumnya pemerintah pada APBN 2005 menetapkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 5,5 persen, nilai tukar Rp 8.600, harga minyak US$ 24 per barel, produksi minyak 1,125 juta barel per hari, SBI 6,5 persen. Sementara Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menyebutkan laju inflasi 2005 lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi dan permintaan agregat, terutama berasal dari berbagai kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga barang dan jasa, termasuk BBM. Menurutnya, berdasarkan survei BI 6-12 bulan mendatang konsumsi barang-barang yang tahan lama akan meningkat. Sedangkan untuk nilai tukar rupiah pada 2005 diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat. Dalam pandangan BI, nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 8.500-Rp 9.200 per dolar AS. Pergerakan itu dipengaruhi faktor fundamental, berupa penawaran dan permintaan, juga dipengaruhi resiko politik.
(nit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































