Follow detikFinance
Kamis, 20 Mar 2014 10:02 WIB

Ini Produk UKM yang Paling Laris dan Dicari di Pasar Ekspor

- detikFinance
Jakarta - Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia harus cermat melihat peluang ekspor produknya ke luar negeri. Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis ada beberapa produk UKM Indonesia yang masih dicari dengan jumlah permintaan cukup banyak.

"Sebetulnya kalau kita lihat dari beberapa permintaan dari hubungan dagang. Jadi memang banyak arahnya misalnya untuk produk kerajinan tangan masih cukup bagus terutama ke Amerika dan Eropa, permintaan yang cukup tinggi. Selain itu, masih terbuka produk UKM kita lainnya," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak kepada detikFinance saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Kamis (20/03/2014).

Sementara itu dari informasi yang dihimpun Kemendag dari perwakilan perdagangan di luar negeri, ada beberapa produk UKM yang memiliki potensi cukup bagus untuk dipasarkan di Eropa dan Amerika.

Kemendag saat ini mempunyai kantor perwakilan perdagangan di luar negeri seperti 19 ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), 23 Atase Perdagangan (Atdag), 1 Konsul Dagang di Hong Kong dan 1 lainnya di Taipei.

"Ada beberapa informasi seperti perhiasan dan aksesoris, obat-obatan herbal, minyak esensial/minyak aromaterapi, teh, gift product (kado), produk kulit, bir, sayuran, produk halal, madu, produk perikanan, payung, pakaian dalam dan sumplit," tuturnya.

Sementara, Kemendag dalam waktu dekat akan mengeluarkan cara baru mendapatkan pembeli dari luar negeri. Program ini diberi nama buyer mission yang artinya mengundang calon pembeli asing ke Indonesia dengan biaya dan akomadasi yang dibiayai oleh Kemendag.

"Kita punya program buyer mission. Itu nanti akan membawa calon pembeli ke sini. Ini adalah ide baru dan tahun pertama dan pertama kali. Kita mulai bulan Mei. Kita berikan fasilitas buyer US$ 3.000/buyer tetapi harus ada transaksi dan harus ada bukti transaksi. Kita berani memberikan transportasi tetapi akhirnya harus mendapatkan kontrak," jelasnya.



(wij/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed