Sambil Lapor SPT, SBY: Saya Bayar Pajak Rp 261 Juta di 2013

Sambil Lapor SPT, SBY: Saya Bayar Pajak Rp 261 Juta di 2013

- detikFinance
Kamis, 20 Mar 2014 16:41 WIB
Sambil Lapor SPT, SBY: Saya Bayar Pajak Rp 261 Juta di 2013
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun 2013. SBY melakukannya dengan metode online melalui e-filing.

"Saya baru saja menyampaikan kepada Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak dengan disaksikan oleh Mensesneg dan Seskab yang intinya saya telah memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak untuk membayar pajak untuk tahun 2013 lalu," kata SBY di Kantor Kepresidenan, Kamis (20/3/2014).

Sebagai seorang Kepala Negara, SBY menyampaikan dukungan serta apresiasi kepada jajaran Kemenkeu dan Direktorat Jendral Pajak yang telah mengunakan metodologi e-filing, sehingga wajib pajak dapat mengunakan sistem ini dengan cepat, tepat, efisien.

"Yang penting dapat menghindari sesuatu yang tidak kita inginkan, person to person contact, yang banyak cerita tidak baik. Cepat tepat, efisien, dan mengurangi penyimpangan," kata SBY.

Lebih jauh SBY mengatakan, ia telah membayar pajak secara rutin dan tepat waktu per tahunnya. Bahkan Presiden bercerita ia membayar pajak dari total penghasilannya yang mencapai Rp 1,1 miliar.

"Untuk saudara ketahui saya sudah melakukan pengecekan dan sudah saya sampaikan ke pihak pajak, pajak yang harus saya bayar untuk penghasilan saya 2013 lalu. Total penghasilan untuk tahun 2013, 1 miliar 106 juta sekian rupiah," kata SBY.

"Penghasilan kena pajak 1 miliar 55 juta sekian rupiah, pajak yang harus dibayarkan 261 juta 796 ribu sekian rupiah, sementara yang telah dipotong atau diambil langsung dari penghasilan saya 215 juta 861 ribu sekian rupiah. Sehingga, yang harus saya lengkapi, sisanya Rp 45.935.285," papar Presiden.

Lebih jauh SBY menekankan dirinya telah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang taat membayar pajak.

"Dengan demikian saya sudah memenuhi kewajiban saya, mudah-mudahan saudara-saudara kami betul-betul menjalankan kewajibannya. Negara ini memerlukan biaya untuk pembangunan, untuk pemerintahan, dan mensejahterakan hidup rakyat," tutur SBY.

(dru/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads