Mau Jadi Eksportir Sukses, Ini Tips Kemendag

Mau Jadi Eksportir Sukses, Ini Tips Kemendag

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2014 10:26 WIB
Mau Jadi Eksportir Sukses, Ini Tips Kemendag
Jakarta - Ada banyak cara (tips) untuk menjadi seorang wirausahawan sekaligus eksportir sukses. Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap memberikan fasilitasi mempermudah eksportir untuk menjual produk dan mendapatkan pasar di luar negeri.

Namun sebelumnya, para eksportir dipastikan sudah mendapatkan lisensi Eksportir Terdaftar (ET) yang dikeluarkan Kemendag.

Berikut ini 4 tips sederhana membuat anda menjadi eksportir sukses menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak kepada detikFinance, Jumat (21/03/2014).

1. Ikut Pelatihan Eksportir

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para pelaku UKM harus mengikuti pelatihan yang diadakan Kemendag di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman. Para eksportir hanya dikenakan biaya Rp 800.000 hingga Rp 1 juta rupiah untuk mengikuti pelatihan ini. Manfaatnya adalah anda akan tahu bagaimana sistematika ekspor dan lain-lain.

"Saya minta ikut pelatihan dulu. Bagaimana prosedur ekspor, bagaimana pembayaran ekspor, bagaimana kita membuat desain yang baik dan mempromosikan produk itu semua ada di lembaga pelatihan ekspor. Memang harus bayar dan ada subsidi. Paling sekitar Rp 800 ribu- Rp 1 juta selama 10 hari. Tempatnya di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman," kata Nus.

1. Ikut Pelatihan Eksportir

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para pelaku UKM harus mengikuti pelatihan yang diadakan Kemendag di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman. Para eksportir hanya dikenakan biaya Rp 800.000 hingga Rp 1 juta rupiah untuk mengikuti pelatihan ini. Manfaatnya adalah anda akan tahu bagaimana sistematika ekspor dan lain-lain.

"Saya minta ikut pelatihan dulu. Bagaimana prosedur ekspor, bagaimana pembayaran ekspor, bagaimana kita membuat desain yang baik dan mempromosikan produk itu semua ada di lembaga pelatihan ekspor. Memang harus bayar dan ada subsidi. Paling sekitar Rp 800 ribu- Rp 1 juta selama 10 hari. Tempatnya di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman," kata Nus.

2. Ikuti Pelatihan Desain/Pengemasan Produk

Setelah mengikuti pelatihan prosedur ekspor,
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para UKM juga diwajibkan mengikuti pelatihan desain dan pengemasan produk. Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual suatu produk untuk diekspor. Pelatihan ini gratis dan Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi dengan mengerahkan desainer berkualitas.

"Kedua kalau bisa dia ikut coaching program. Kita biasanya seleksi produk alumni itu bagaimana desain kalau kurang bagus kita minta desainer untuk ikut mendasain produk itu," kata Nus.

2. Ikuti Pelatihan Desain/Pengemasan Produk

Setelah mengikuti pelatihan prosedur ekspor,
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para UKM juga diwajibkan mengikuti pelatihan desain dan pengemasan produk. Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual suatu produk untuk diekspor. Pelatihan ini gratis dan Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi dengan mengerahkan desainer berkualitas.

"Kedua kalau bisa dia ikut coaching program. Kita biasanya seleksi produk alumni itu bagaimana desain kalau kurang bagus kita minta desainer untuk ikut mendasain produk itu," kata Nus.

3. <i>Branding Product</i>

Setelah produk dikemas, hal yang paling penting menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak adalah memberikan merek atau branded product. Untuk melakukan Kementerian Perdagangan akan memberikan layanan cuma-cuma kepada pelaku UKM.

"Yang ketiga lihat kualitas produk biasanya kan dilakukan tes misalnya furnitur. Setelah itu lihat produk Anda apakah menarik atau tidak. Jadi kita juga berikan pendampingan untuk branding product," kata Nus.

3. <i>Branding Product</i>

Setelah produk dikemas, hal yang paling penting menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak adalah memberikan merek atau branded product. Untuk melakukan Kementerian Perdagangan akan memberikan layanan cuma-cuma kepada pelaku UKM.

"Yang ketiga lihat kualitas produk biasanya kan dilakukan tes misalnya furnitur. Setelah itu lihat produk Anda apakah menarik atau tidak. Jadi kita juga berikan pendampingan untuk branding product," kata Nus.

4. Ekspor Secara Berkelanjutan

Setelah semua beres dan eksportir mendapatkan permintaan dari negara tujuan tertentu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta eksportir tidak ragu untuk menerima tawaran itu. Setelah mendapatkan tawaran dan memenuhi permintaan, Nus meminta eksportir tidak cepat puas. Eksportir diminta terus melakukan penetrasi pasar yang lebih luas untuk meningkatkan ekspor produknya secara berkelanjutan.

"Setelahnya lakukan promosi dan harus siap tetapi jangan sekali sudah order tetapi langsung selesai. Jadi tidak berkelanjutan dan harus siap. Jadi biasanya berhenti. Harus jadi eksportir yang berkelanjutan," jelas Nus.

4. Ekspor Secara Berkelanjutan

Setelah semua beres dan eksportir mendapatkan permintaan dari negara tujuan tertentu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta eksportir tidak ragu untuk menerima tawaran itu. Setelah mendapatkan tawaran dan memenuhi permintaan, Nus meminta eksportir tidak cepat puas. Eksportir diminta terus melakukan penetrasi pasar yang lebih luas untuk meningkatkan ekspor produknya secara berkelanjutan.

"Setelahnya lakukan promosi dan harus siap tetapi jangan sekali sudah order tetapi langsung selesai. Jadi tidak berkelanjutan dan harus siap. Jadi biasanya berhenti. Harus jadi eksportir yang berkelanjutan," jelas Nus.
Halaman 2 dari 10
(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads