Namun sebelumnya, para eksportir dipastikan sudah mendapatkan lisensi Eksportir Terdaftar (ET) yang dikeluarkan Kemendag.
Berikut ini 4 tips sederhana membuat anda menjadi eksportir sukses menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak kepada detikFinance, Jumat (21/03/2014).
|
|
1. Ikut Pelatihan Eksportir
|
|
"Saya minta ikut pelatihan dulu. Bagaimana prosedur ekspor, bagaimana pembayaran ekspor, bagaimana kita membuat desain yang baik dan mempromosikan produk itu semua ada di lembaga pelatihan ekspor. Memang harus bayar dan ada subsidi. Paling sekitar Rp 800 ribu- Rp 1 juta selama 10 hari. Tempatnya di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman," kata Nus.
1. Ikut Pelatihan Eksportir
|
|
"Saya minta ikut pelatihan dulu. Bagaimana prosedur ekspor, bagaimana pembayaran ekspor, bagaimana kita membuat desain yang baik dan mempromosikan produk itu semua ada di lembaga pelatihan ekspor. Memang harus bayar dan ada subsidi. Paling sekitar Rp 800 ribu- Rp 1 juta selama 10 hari. Tempatnya di Balai Besar Pelatihan Ekspor Indonesia yang berlokasi di S Parman," kata Nus.
2. Ikuti Pelatihan Desain/Pengemasan Produk
|
|
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para UKM juga diwajibkan mengikuti pelatihan desain dan pengemasan produk. Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual suatu produk untuk diekspor. Pelatihan ini gratis dan Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi dengan mengerahkan desainer berkualitas.
"Kedua kalau bisa dia ikut coaching program. Kita biasanya seleksi produk alumni itu bagaimana desain kalau kurang bagus kita minta desainer untuk ikut mendasain produk itu," kata Nus.
2. Ikuti Pelatihan Desain/Pengemasan Produk
|
|
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak meminta para UKM juga diwajibkan mengikuti pelatihan desain dan pengemasan produk. Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual suatu produk untuk diekspor. Pelatihan ini gratis dan Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi dengan mengerahkan desainer berkualitas.
"Kedua kalau bisa dia ikut coaching program. Kita biasanya seleksi produk alumni itu bagaimana desain kalau kurang bagus kita minta desainer untuk ikut mendasain produk itu," kata Nus.
3. <i>Branding Product</i>
|
|
"Yang ketiga lihat kualitas produk biasanya kan dilakukan tes misalnya furnitur. Setelah itu lihat produk Anda apakah menarik atau tidak. Jadi kita juga berikan pendampingan untuk branding product," kata Nus.
3. <i>Branding Product</i>
|
|
"Yang ketiga lihat kualitas produk biasanya kan dilakukan tes misalnya furnitur. Setelah itu lihat produk Anda apakah menarik atau tidak. Jadi kita juga berikan pendampingan untuk branding product," kata Nus.
4. Ekspor Secara Berkelanjutan
|
|
"Setelahnya lakukan promosi dan harus siap tetapi jangan sekali sudah order tetapi langsung selesai. Jadi tidak berkelanjutan dan harus siap. Jadi biasanya berhenti. Harus jadi eksportir yang berkelanjutan," jelas Nus.
4. Ekspor Secara Berkelanjutan
|
|
"Setelahnya lakukan promosi dan harus siap tetapi jangan sekali sudah order tetapi langsung selesai. Jadi tidak berkelanjutan dan harus siap. Jadi biasanya berhenti. Harus jadi eksportir yang berkelanjutan," jelas Nus.
Halaman 2 dari 10











































