Cerita Bos AP I, Ganti Ginjal dan Omzet Rp 3 Triliun

Cerita Bos AP I, Ganti Ginjal dan Omzet Rp 3 Triliun

- detikFinance
Senin, 24 Mar 2014 13:05 WIB
Cerita Bos AP I, Ganti Ginjal dan Omzet Rp 3 Triliun
Jakarta - Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo masih dalam masa pemulihan pasca operasi ganti ginjal. Namun dirinya tetap memimpin perusahaannya tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN.

Bahkan, dalam penyampaian laporan hasil RUPS AP I, Tommy masih menggunakan masker khusus yang ditaruh di dalam kedua rongga hidungnya.

"Kabar saya baik. Kata dokter, saya belum boleh berlama-lama untuk wawancara," kata Tommy sebelum menyampaikan hasil RUPS AP I Tahun 2013, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (24/3/2014).

Tommy mengungkapkan, pendapatan (omzet) AP I pada 2013 mencapai Rp 3 triliun, omzet tersebut stagnan jika dibandingkan pada pendapatan 2012 Rp 3,09 triliun.

"Menutup tahun 2013, Angkasa Pura Airport berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 3 triliun," kata Tommy saat ditermui usai RUPS di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/3/2014).

Namun, walau pendapatan stagnan Rp 3 triliun, laba bersih AP I pada 2013 naik dibandingkan pada 2012. "Laba bersih sebelum pajak Rp 819 miliar atau meningkat dibandingkan perolehan laba bersih 2012 Rp 806 miliar," ungkapnya.

Ia menambahkan, pendapatan sektor non-aeronautika atau non tarif akan terus digenjot setiap tahunnya sejalan dengan konsep pengelolaan bandara kelas dunia. Pada tahun 2013, porsi pendapatan non aero sebesar 39%.

"Artinya perseroan telah berhasil mengkreasi pendapatan yang tidak bersifat tarif, melainkan sektor komersil dana anak-anak perusahaan. Hal ini sesuai dengan pengelolaan bandara terkemuka di dunia yang rata-rata pendapatan non aero minimal 40%," ungkapnya lagi.

Penurunan pendapatan AP I pada 2013 ini salah satunya disebabkan, dialihkannya pendapatan kepada Perum Navigasi hingga Rp 600 miliar. Perum Navigasi tersebut mulai beroperasi pada Januari 2013.

Meski harus kehilangan pendapatan hingga Rp 600 miliar dari sektor aero, namun AP I berhasil menggenjot pendapatan dari sektor non aero seperti pengelolaan area komersial di Bandara Ngurah Rai dan Terminal 2 Bandara Juanda. Alhasil tidak terjadi penurunan yang besar dari sektor pendapatan pasca beroperasinya Perum Navigasi.

Seperti diketahui, Tommy sebelumnya sering sakit-sakitan karena harus cuci darah. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan, Tommy masuk ke dalam jajaran Chief Executive Officer (CEO) alias direktur utama (dirut) BUMN terbaik.

Meski berada dalam kondisi fisik kurang baik, Tommy mampu menunjukkan kinerja cemerlang di bidang kebandarudaraan seperti membangun The New Ngurah Rai Airport dan Then New Sepinggan Airport.

"Pak Tommy hebat sekali. Dia termasuk salah satu CEO BUMN terbaik dan sangat diperlukan," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

Tommy sendiri masuk jajaran Dirut BUMN terbaik versi Dahlan. Setidaknya ada 3 Dirut BUMN terbaik yang dipajang di dinding ruangan kerja Menteri BUMN lantai 19. Bos BUMN tersebut antara lain: Dirut API Tommy Soetomo, Dirut KAI Ignasius Jonan dan Dirut Pelindo II RJ Lino.

"Di dinding ada 3 direksi yang hebat dan saya lanjang. Ada pak Tommy, Pak Jonan, dan Pak Lino," ujar Dahlan.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads