Terungkapnya 'Misteri' Metro Kapsul dan Respons Jokowi

Terungkapnya 'Misteri' Metro Kapsul dan Respons Jokowi

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2014 09:25 WIB
Terungkapnya Misteri Metro Kapsul dan Respons Jokowi
Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta tengah mengkaji sebuah moda transportasi yang digadang akan menjadi alternatif monorel. Moda tersebut bernama Metro Kapsul. Alat transportasi tersebut sempat menjadi misteri setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Basuki T Purnama (Ahok) belum menjelaskan bagaimana bentuk dan konsep proyek tersebut.

Namun kemarin, sebuah perusahaan mendatangi kantor Balaikota Jakarta. Perusahaan itu bernama Perkakas Rekadaya Nusantara yang tak lain adalah pembuat Metro Kapsul. Perkakas Rekadaya Nusantara merupakan salah satu konsorsium penggagas metro kapsul.

Kemarin, Komisaris Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi datang untuk mempresentasikan Metro Kapsul kepada Jokowi dan Ahok.

Bagaimana bentuk dan konsepnya? Ini hasil informasi yang dirangkum detikFinance, Selasa (25/3/2014).

1. Lebih Murah Ketimbang MRT dan Monorel

Gubernur DKI Jakarta Jokowi meyakini moda transportasi ini akan lebih murah dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel. Soal investasi yang lebih murah itulah salah satu alasan mantan Walikota Solo ini tertarik mengembangkan di Jakarta.

"Ya tertarik. Karena murah memang dari segi biaya produksi per kilonya jauh lebih murah dibanding MRT dan monorel," jelas Jokowi.

Jokowi yakin, bila metro kapsul dibangun, tidak akan mengganggu alat transportasi lain yang sudah direncanakan pembangunannya, seperti monorel dan MRT.

1. Lebih Murah Ketimbang MRT dan Monorel

Gubernur DKI Jakarta Jokowi meyakini moda transportasi ini akan lebih murah dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel. Soal investasi yang lebih murah itulah salah satu alasan mantan Walikota Solo ini tertarik mengembangkan di Jakarta.

"Ya tertarik. Karena murah memang dari segi biaya produksi per kilonya jauh lebih murah dibanding MRT dan monorel," jelas Jokowi.

Jokowi yakin, bila metro kapsul dibangun, tidak akan mengganggu alat transportasi lain yang sudah direncanakan pembangunannya, seperti monorel dan MRT.

2. 100 Persen Buatan Indonesia

Foto: Djoni Rosadi
Moda transportasi ini 100 persen buatan Indonesia. Perusahaan pembuatnya adalah PT Perkakas Rekadaya Nusantara, pabriknya berada di Desa Bunihayu Kecamatan jalan Cagak, Subang Jawa Barat.

2. 100 Persen Buatan Indonesia

Foto: Djoni Rosadi
Moda transportasi ini 100 persen buatan Indonesia. Perusahaan pembuatnya adalah PT Perkakas Rekadaya Nusantara, pabriknya berada di Desa Bunihayu Kecamatan jalan Cagak, Subang Jawa Barat.

3. Konsepnya MetroMini Diangkat ke Atas

Komisaris dari PT Perkakas Rekadaya Nusantara, Djoni Rosadi mengatakan, teknologi seperti ini sebenarnya sudah ada sejak 30 tahun lalu, namun baru dikembangkan sekarang.

"Idenya adalah MetroMini yang diangkat ke atas, itu ide dasarnya. MetroMini suatu kendaraan umum yang dipakai masyarakat, harganya murah, dan kemudian diangkat ke atas, elevated (melayang)," ujar Djoni.

"Yang membuat murah adalah rancangan daripada tracknya, jalannya, karena ini kecil, dimensinya kecil sehingga jalannya jauh lebih murah. Itu yang membuat harga investasinya murah," kata Djoni.

"Kalian tahu seperti mainan anak-anak tamiya. Track yang diangkat ke atas, kemudian dia jalan di atas," imbuh Djoni.

Jadi transportasi metro kapsul ini pakai jalur dan ban biasa atau roda, bukan menggunakan rel seperti monorel atau mass rapid transit (MRT). Ada haltenya juga, seperti busway yang diangkat ke atas.

"Bentuknya tetap seperti bus dan jalan sendiri-sendiri atau auto. Kayak semut jalan berangkat. Ini lebih ringan, dan kecepatannya 70 km/jam," ujar Djoni.

3. Konsepnya MetroMini Diangkat ke Atas

Komisaris dari PT Perkakas Rekadaya Nusantara, Djoni Rosadi mengatakan, teknologi seperti ini sebenarnya sudah ada sejak 30 tahun lalu, namun baru dikembangkan sekarang.

"Idenya adalah MetroMini yang diangkat ke atas, itu ide dasarnya. MetroMini suatu kendaraan umum yang dipakai masyarakat, harganya murah, dan kemudian diangkat ke atas, elevated (melayang)," ujar Djoni.

"Yang membuat murah adalah rancangan daripada tracknya, jalannya, karena ini kecil, dimensinya kecil sehingga jalannya jauh lebih murah. Itu yang membuat harga investasinya murah," kata Djoni.

"Kalian tahu seperti mainan anak-anak tamiya. Track yang diangkat ke atas, kemudian dia jalan di atas," imbuh Djoni.

Jadi transportasi metro kapsul ini pakai jalur dan ban biasa atau roda, bukan menggunakan rel seperti monorel atau mass rapid transit (MRT). Ada haltenya juga, seperti busway yang diangkat ke atas.

"Bentuknya tetap seperti bus dan jalan sendiri-sendiri atau auto. Kayak semut jalan berangkat. Ini lebih ringan, dan kecepatannya 70 km/jam," ujar Djoni.

4. Trayek Perdana Senayan-Bandara Soekarno Hatta

PT Perkakas Rekadaya Nusantara menawarkan trayek dari Parkir Timur Senayan-Bandara Soekarno Hatta, pasalnya menurut Komisaris PT Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi, saat ini pergerakan kendaraan dan orang menuju bandara kian padat. Dengan adanya moda yang diklaim bisa mengangkut 20-30 ribu orang per hari ini, diharapkan bisa membantu mengurangi kepadatan.

"Kami menawarkan kepada Pak Gubernur jalur dari Parkir Timur (senayan) ke Cengkareng, yaitu jalur ke airport. Satu hari kira-kira yang terbang dari airport dan datang 70 ribu orang. Kita bisa mengangkut sekitar 20-30 ribu orang. Sehingga bisa mengurangi kemacetan yang terjadi dari bandara masuk ke kota," kata Djoni.

Djoni mengatakan, metro kapsul adalah jenis transportasi yang bisa digunakan untuk pemerintah provinsi dengan dana terbatas. "Jadi menciptakan transportasi umum, murah, andal. Sehingga biaya investasi cepat kembali," jelas Djoni.

Menurut Djoni, pembangunan metro kapsul tidak perlu ada pembebasan lahan. Alat transportasi ini bisa dibangun di atas jalan.

"Sistem pembangunnya meniru Jepang yaitu kita tidak mengganggu seperti sekarang pembuatan MRT memakan jalan. Kalau kita akan kerja malam hari jam 10 sampai 5 pagi. Paginya sudah tidak ada material yang ada tiang-tiang sudah berdiri," jelas Djoni.

Namun untuk teknologi pemasangan tiang-tiangnya akan menggandeng pihak dari Jepang. "Kita bor tengah malam, pasang pancang, pagi sudah bersih. Kita tidak melakukan pekerjaan pada jam-jam sibuk. Kita pada malam hari. Kita selau kerja malam hari," cetusnya.

Ada sekitar 4-5 perusahaan lokal yang ikut dalam konsorsium pembangunan metro kapsul ini.

4. Trayek Perdana Senayan-Bandara Soekarno Hatta

PT Perkakas Rekadaya Nusantara menawarkan trayek dari Parkir Timur Senayan-Bandara Soekarno Hatta, pasalnya menurut Komisaris PT Perkakas Rekadaya Nusantara Djoni Rosadi, saat ini pergerakan kendaraan dan orang menuju bandara kian padat. Dengan adanya moda yang diklaim bisa mengangkut 20-30 ribu orang per hari ini, diharapkan bisa membantu mengurangi kepadatan.

"Kami menawarkan kepada Pak Gubernur jalur dari Parkir Timur (senayan) ke Cengkareng, yaitu jalur ke airport. Satu hari kira-kira yang terbang dari airport dan datang 70 ribu orang. Kita bisa mengangkut sekitar 20-30 ribu orang. Sehingga bisa mengurangi kemacetan yang terjadi dari bandara masuk ke kota," kata Djoni.

Djoni mengatakan, metro kapsul adalah jenis transportasi yang bisa digunakan untuk pemerintah provinsi dengan dana terbatas. "Jadi menciptakan transportasi umum, murah, andal. Sehingga biaya investasi cepat kembali," jelas Djoni.

Menurut Djoni, pembangunan metro kapsul tidak perlu ada pembebasan lahan. Alat transportasi ini bisa dibangun di atas jalan.

"Sistem pembangunnya meniru Jepang yaitu kita tidak mengganggu seperti sekarang pembuatan MRT memakan jalan. Kalau kita akan kerja malam hari jam 10 sampai 5 pagi. Paginya sudah tidak ada material yang ada tiang-tiang sudah berdiri," jelas Djoni.

Namun untuk teknologi pemasangan tiang-tiangnya akan menggandeng pihak dari Jepang. "Kita bor tengah malam, pasang pancang, pagi sudah bersih. Kita tidak melakukan pekerjaan pada jam-jam sibuk. Kita pada malam hari. Kita selau kerja malam hari," cetusnya.

Ada sekitar 4-5 perusahaan lokal yang ikut dalam konsorsium pembangunan metro kapsul ini.
Halaman 2 dari 10
(zul/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads