Ini 10 Ruas Tol Jabodetabek dan Progresnya

Ini 10 Ruas Tol Jabodetabek dan Progresnya

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2014 08:52 WIB
Ini 10 Ruas Tol Jabodetabek dan Progresnya
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan sejumlah ruas tol di Jabodetabek. Ada 10 ruas tol Jabodetabek akan dan sedang dibangun. Bahkan sejumlah ruas sudah mulai beroperasi.

Beberapa ruas tol tersebut masuk ke dalam jaringan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang akan mengelilingi kota Jakarta, dan tersambung satu dan yang lainnya.

Dikutip detikFinance dari data Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (26/3/2014), ini dia 10 tol tersebut dan progres proyeknya.

1. JORR W2 Utara

Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 Utara yang menghubungkan Kebon Jeruk-Ulujami tengah dikebut. PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya Marga LIngkar Jakarta selaku pemegang konsesi atas tol ini menargetkan tol ini akan selesai dan beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Sejak akhir 2013 lalu, bagian dari tol sepanjang 7,67 km ini sudah beroperasi dari Kebon Jeruk-Ciledug. Biaya investasi untuk tol ini mencapai Rp 2,2 triliun.

1. JORR W2 Utara

Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 Utara yang menghubungkan Kebon Jeruk-Ulujami tengah dikebut. PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya Marga LIngkar Jakarta selaku pemegang konsesi atas tol ini menargetkan tol ini akan selesai dan beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Sejak akhir 2013 lalu, bagian dari tol sepanjang 7,67 km ini sudah beroperasi dari Kebon Jeruk-Ciledug. Biaya investasi untuk tol ini mencapai Rp 2,2 triliun.

2. Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran

Jika tol ini beroperasi, bakal lebih banyak lagi akses tol menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tol sepanjang 14,19 km ini bakal dioperasikan oleh PT Marga Kunciran Cengkareng.

Tol ini terbagi menjadi 4 seksi yang akan menghubungkan: (Seksi I) Kunciran - IC Sultan Ageng Tirtayasa, (Seksi II) IC Sultan Ageng Tirtayasa - On/Off Ramp Benteng Betawi, (Seksi III) On/Off Ramp Benteng Betawi - IC Husein Sastranegara, dan (Seksi IV) IC Husein Sastranegara - Benda Junction.

Belum ada proses konstruksi di tol dengan investasi konstruksi Rp 3,5 triliun ini. Pembebasan lahannya saja masih 5%. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Februari 2014

2. Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran

Jika tol ini beroperasi, bakal lebih banyak lagi akses tol menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tol sepanjang 14,19 km ini bakal dioperasikan oleh PT Marga Kunciran Cengkareng.

Tol ini terbagi menjadi 4 seksi yang akan menghubungkan: (Seksi I) Kunciran - IC Sultan Ageng Tirtayasa, (Seksi II) IC Sultan Ageng Tirtayasa - On/Off Ramp Benteng Betawi, (Seksi III) On/Off Ramp Benteng Betawi - IC Husein Sastranegara, dan (Seksi IV) IC Husein Sastranegara - Benda Junction.

Belum ada proses konstruksi di tol dengan investasi konstruksi Rp 3,5 triliun ini. Pembebasan lahannya saja masih 5%. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Februari 2014

3. Kunciran-Serpong

ilustrasi
Tol ini akan disambungkan dengan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. Tol yang akan dioperasikan oleh Marga Trans Nusantara bernilai Rp 2,6 triliun.

Memiliki panjang 11,19 km, tol ini dibagi menjadi 2 seksi: Seksi I (Kunciran - Parigi), 6,90 Km dan Seksi II (Parigi -Serpong), 4,30 Km. Progres konstruksi tol ini masih nihil, sementara pembebasan lahannya baru mencapai 10%.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2013.

3. Kunciran-Serpong

ilustrasi
Tol ini akan disambungkan dengan tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. Tol yang akan dioperasikan oleh Marga Trans Nusantara bernilai Rp 2,6 triliun.

Memiliki panjang 11,19 km, tol ini dibagi menjadi 2 seksi: Seksi I (Kunciran - Parigi), 6,90 Km dan Seksi II (Parigi -Serpong), 4,30 Km. Progres konstruksi tol ini masih nihil, sementara pembebasan lahannya baru mencapai 10%.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2013.

4. Serpong-Cinere

ilustrasi
Pemegang konsesi atas tol ini adalah PT Cinere Serpong Jaya. Perusahaan menggelontorkan investai hingga Rp 2,2 triliun untuk tol sepanjang 10,14 km ini.

Pembangunan tol ini terbagi menjadi 2 seksi yaitu: seksi I (Serpong IC - Pamulang IC), 6,675 Km dan Seksi II (Pamulang IC - Cinere IC), 3,647 Km.

Belum ada pekerjaan fisik yang dilakukan, sementara pembebasan lahan baru masuk tahap sosialisasi dan inventarisasi. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2015.

4. Serpong-Cinere

ilustrasi
Pemegang konsesi atas tol ini adalah PT Cinere Serpong Jaya. Perusahaan menggelontorkan investai hingga Rp 2,2 triliun untuk tol sepanjang 10,14 km ini.

Pembangunan tol ini terbagi menjadi 2 seksi yaitu: seksi I (Serpong IC - Pamulang IC), 6,675 Km dan Seksi II (Pamulang IC - Cinere IC), 3,647 Km.

Belum ada pekerjaan fisik yang dilakukan, sementara pembebasan lahan baru masuk tahap sosialisasi dan inventarisasi. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2015.

5. Cinere-Jagorawi

Tol ini dibagi menjadi 3 seksi Seksi I (Jagorawi - Raya Bogor) 3,70 Km, Seksi II (Raya Bogor - Kukusan) 5,50 Km, dan Seksi III (Kukusan - Cinere), 5,44 Km. Seksi I tol ini telah dioperasikan, sementara seksi II baru saja dimulai pembangunannya 20 Maret 2014 kemarin.

Pemegang konsesi atas tol ini adalah PT Translingkar Kita Jaya. Investasi tol ini mencapai Rp 2,6 triliun. Menteri Pekerjaaan Umum Djoko Kirmanto menargetkan tol ini akan bisa beroperasi seluruhnya pada 2016.

5. Cinere-Jagorawi

Tol ini dibagi menjadi 3 seksi Seksi I (Jagorawi - Raya Bogor) 3,70 Km, Seksi II (Raya Bogor - Kukusan) 5,50 Km, dan Seksi III (Kukusan - Cinere), 5,44 Km. Seksi I tol ini telah dioperasikan, sementara seksi II baru saja dimulai pembangunannya 20 Maret 2014 kemarin.

Pemegang konsesi atas tol ini adalah PT Translingkar Kita Jaya. Investasi tol ini mencapai Rp 2,6 triliun. Menteri Pekerjaaan Umum Djoko Kirmanto menargetkan tol ini akan bisa beroperasi seluruhnya pada 2016.

6. Cimanggis-Cibitung

ilustrasi
Tol ini memiliki panjang 25,39 km dan terbagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I (Junction Cimanggis - Trans Yogie IC) 5,27 Km, Seksi II (Trans Yogie IC - Narogong IC) 3,48 Km, Seksi III (Narogong IC - Setu IC) 8,83 Km, dan Seksi IV (Setu IC - Cibitung Junction) 7,63 km.

Tol ini dioperasikan oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan memakan investasi hingga Rp 4,5 triliun.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2014.

6. Cimanggis-Cibitung

ilustrasi
Tol ini memiliki panjang 25,39 km dan terbagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I (Junction Cimanggis - Trans Yogie IC) 5,27 Km, Seksi II (Trans Yogie IC - Narogong IC) 3,48 Km, Seksi III (Narogong IC - Setu IC) 8,83 Km, dan Seksi IV (Setu IC - Cibitung Junction) 7,63 km.

Tol ini dioperasikan oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan memakan investasi hingga Rp 4,5 triliun.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2014.

7. Cibitung-Cilincing

ilustrasi
Tol ini akan dioperasikan oleh PT MTD CTP Expressway. Perseroan harus merogoh investasi senilai Rp 4,2 triliun untuk membangun tol sepanjang 34,02 km ini.

Tol ini terbagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I (Cibitung - Telaga Asih) 2,96 Km, Seksi I I(Telaga Asih - Tembelang) 9,41 Km, Seksi III (Tembelang - Mekarjaya) 13,09 Km, Seksi IV (Mekarjaya - Cilincing) 8,56 Km.

Belum ada konstruksi yang dilakukan di ruas tol ini. Semua kegiatan masih dalam tahap pembebasan lahan. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2014.

7. Cibitung-Cilincing

ilustrasi
Tol ini akan dioperasikan oleh PT MTD CTP Expressway. Perseroan harus merogoh investasi senilai Rp 4,2 triliun untuk membangun tol sepanjang 34,02 km ini.

Tol ini terbagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I (Cibitung - Telaga Asih) 2,96 Km, Seksi I I(Telaga Asih - Tembelang) 9,41 Km, Seksi III (Tembelang - Mekarjaya) 13,09 Km, Seksi IV (Mekarjaya - Cilincing) 8,56 Km.

Belum ada konstruksi yang dilakukan di ruas tol ini. Semua kegiatan masih dalam tahap pembebasan lahan. Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2014.

8. Depok-Antasari

ilustrasi
Tol yang dioperasikan oleh PT Citra Wassphutowa ini memiliki total panjang hingga 21,54 Km dan terbagi menjadi lima seksi yakni: Seksi I (Antasari - Andara) 3,61 Km, Seksi II (Andara - Brigif/Cinere) 2,19 Km, Seksi III (Brigif/Cinere - Krukut) 2,70 Km, Seksi IV (Krukut - Sawangan) 3,60 Km, dan Seksi V (Sawangan - Bojong Gede) 9,44 Km.

Total investasi untuk tol ini senilai Rp 2,999 triliun.

Belum ada pekerjaan fisik konstruksi untuk tol ini, Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2014 dari seksi I sampai IV.

8. Depok-Antasari

ilustrasi
Tol yang dioperasikan oleh PT Citra Wassphutowa ini memiliki total panjang hingga 21,54 Km dan terbagi menjadi lima seksi yakni: Seksi I (Antasari - Andara) 3,61 Km, Seksi II (Andara - Brigif/Cinere) 2,19 Km, Seksi III (Brigif/Cinere - Krukut) 2,70 Km, Seksi IV (Krukut - Sawangan) 3,60 Km, dan Seksi V (Sawangan - Bojong Gede) 9,44 Km.

Total investasi untuk tol ini senilai Rp 2,999 triliun.

Belum ada pekerjaan fisik konstruksi untuk tol ini, Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2014 dari seksi I sampai IV.

9. Bekasi-Cawang-Kampung Melayu

ilustrasi
Tol yang biasa disingkat Becakayu ini saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Dalam data dari Kementerian PU, total pembebasan lahan baru mencapai 6%.

Tol ini akan dibangun sepanjang 21,04 km dan terbagi menjadi dua seksi yaitu: Seksi I (Casablanca - Jaka Sampurna) 11,00 Km dan Seksi II (Jaka Sampurna - Duren Jaya) 10,04 Km.

Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemegang konsesi atas tol ini berinvestasi hingga Rp 7,2 triliun untuk tol ini.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2014 untuk seksi I dan Agustus 2016 untuk seksi II.

9. Bekasi-Cawang-Kampung Melayu

ilustrasi
Tol yang biasa disingkat Becakayu ini saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Dalam data dari Kementerian PU, total pembebasan lahan baru mencapai 6%.

Tol ini akan dibangun sepanjang 21,04 km dan terbagi menjadi dua seksi yaitu: Seksi I (Casablanca - Jaka Sampurna) 11,00 Km dan Seksi II (Jaka Sampurna - Duren Jaya) 10,04 Km.

Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemegang konsesi atas tol ini berinvestasi hingga Rp 7,2 triliun untuk tol ini.

Dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol antara perusahaan dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada Januari 2014 untuk seksi I dan Agustus 2016 untuk seksi II.

10. Bogor Outer Ring Road (BORR)

Jalan tol BORR membentang sepanjang 11 km dari Sentul hingga ke Darmaga. Tol ini terbagi menjadi 3 seksi, yaitu: Seksi I (Sentul Selatan-Kedung Halang) 3,85 Km, Seksi II (Kedung Halang-Simpang Yasmin) 4,00 Km, Seksi III (Simpang Yasmin-Darmaga) 3,15 Km. Untuk seksi I sudah dioperasikan dan seksi 2 hingga Kedung Badak akan dioperasikan pada akhir bulan ini.

Tol ini dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Jasa Marga dan BUMD Jabar yaitu PT Marga Sarana Jabar.

10. Bogor Outer Ring Road (BORR)

Jalan tol BORR membentang sepanjang 11 km dari Sentul hingga ke Darmaga. Tol ini terbagi menjadi 3 seksi, yaitu: Seksi I (Sentul Selatan-Kedung Halang) 3,85 Km, Seksi II (Kedung Halang-Simpang Yasmin) 4,00 Km, Seksi III (Simpang Yasmin-Darmaga) 3,15 Km. Untuk seksi I sudah dioperasikan dan seksi 2 hingga Kedung Badak akan dioperasikan pada akhir bulan ini.

Tol ini dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Jasa Marga dan BUMD Jabar yaitu PT Marga Sarana Jabar.

Halaman 2 dari 22
(zul/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads