Harga Cabai Rawit Masih Mahal, Ini Komentar Mendag Lutfi

Harga Cabai Rawit Masih Mahal, Ini Komentar Mendag Lutfi

- detikFinance
Kamis, 27 Mar 2014 16:44 WIB
Harga Cabai Rawit Masih Mahal, Ini Komentar Mendag Lutfi
Jakarta - Hingga saat ini, harga rata-rata nasional untuk cabai rawit merah masih tinggi dan mengalami kenaikan sebesar 9,69% menjadi Rp 55.515/kg. Sedangkan Harga cabai merah keriting turun 5,16% menjadi Rp 23.838/kg, dan harga cabai merah biasa hanya naik 0,78% menjadi Rp 26.101/kg. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi punya alasan kuat masih tingginya harga cabai rawit saat ini.

"Kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan minimnya pasokan dari daerah sentra produksi. Pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati saat ini hanya mencapai sekitar 3% atau sekitar lima ton pe rhari dari total pasokan normal biasanya 6% dari total pasokan,” kata Lutfi saat memberikan keterangan tertulis, Kamis (27/03/2014).

Sedangkan perbedaan selisih harga yang cukup jauh antara cabai merah keriting biasa dengan cabai rawit disebabkan melimpahnya pasokan komoditas cabai tersebut di sentra produksi cabai khususnya di Jawa Barat.

"Untuk sementara ini, relatif stabilnya harga cabai merah keriting dan cabai merah biasa disebabkan oleh melimpahnya pasokan dari sentra produksi terutama daerah Sukabumi, Ciamis, dan Tasikmalaya yang merupakan daerah pemasok terbesar ke Pasar Induk Kramat Jati (sekitar 75% dari total pasokan harian sebesar 171 ton), sedangkan sisanya dipasok dari Magelang, Jawa Tengah,” tuturnya.

Menurut Lutfi, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan cabe karena sifatnya yang mudah berubah dan intensitasnya yang sering memberikan andil terhadap inflasi nasional. Untuk itu, kecukupan pasokan ke pasar harus terjaga kontinuitasnya guna menjaga tingkat margin yang wajar bagi petani, serta stabilitas harga di tingkat konsumen.

Sedangkan minat masyarakat yang lebih memilih cabe segar secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap tingginya tingkat permintaan masyarakat dan elastisitas komoditas cabai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam dua bulan terakhir, baik cabe rawit maupun cabe merah memberikan andil terhadap inflasi. Pada bulan Januari 2014 cabai rawit dan cabe merah masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02% dan 0,08%. Sementara pada bulan Februari 2014 cabai rawit sebesar 0,03% dan cabe merah sebesar 0,10%.

"Sebagai gambaran, daerah pemasok ke Pasar Induk Kramat Jati saat ini hanya berasal dari Magelang, Rembang, dan Wonosobo, sementara tidak ada pasokan cabai dari Jawa Timur seperti Blitar, Kediri, dan Jember yang selama ini menjadi daerah pemasok utama Pasar Induk Kramat Jati,” jelasnya.

(wij/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads