Nasib Ricky, Pencipta Mobil Listrik Tapi Kurang Dukungan Pemerintah

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2014 11:19 WIB
Jakarta - Indonesia sebenarnya sudah bisa membuat sejumlah alat transportasi. salah satunya mobil listrik, yang bisa dikembangkan dalam rangka penghematan konsumsi BBM.

Beberapa tahun lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan memperkenalkan sejumlah orang yang berbakat menciptakan mobil listrik. Salah satunya Ricky Elson. Tapi sayang, sampai saat ini barang ciptaannya kurang didukung pemerintah, yang katanya berniat menghemat konsusi BBM.

Ricky menjelaskan, geliat bisnis dan pengembangan mobil listrik di Indonesia baru terjadi pada 5 hingga 10 tahun ke depan. Tapi diprediksi malah mobil listrik buatan luar negeri, seperti Jepang yang akan meramaikan tanah air.

"Jadi 5-10 tahun ke depan mobil listrik baru merebak. Itu bukan mobil listrik produksi Indonesia, tapi Jepang," kata Ricky kepada detikFinance Jumat (28/3/2014).

Proyeksi Ricky terkait nasib mobil listrik nasional bukan tanpa alasan. Tanpa dukungan penuh dari pemerintah dan pelaku industri otomotif tanah air, purwarupa mobil listrik buatan tenaga ahli Indonesia tidak berkembang.

Ricky mengakui, saat ini dukungan pemerintah dan pelaku industri terhadap pengembangan mobil listrik belum maksimal, baru segelintir orang yang peduli terhadap program mobil listrik nasional.

"Saya menilai belum ada niat berubah. Kesadaran kita perlunya mobil listrik belum terbentuk. Sosialisasi pemerintah juga kurang. Padahal pada 25 Mei 2012 itu Pak Presiden sudah beri arahan jelas kementerian terkait tentang pengembangan mobil listrik," sebutnya.

Alhasil, bila mobil listrik dalam negeri tidak didukung , Indonesia bakal menjadi penonton terhadap banjirnya mobil listrik dari luar negeri. Meskipun para tenaga ahli mobil listrik Indonesia mampu memproduksi purwarupa mobil listrik dan menciptakan komponen mobil listrik.

Meski dukungan belum optimal. Di beberapa bidang, pengembangan berbagai komponen mobil listrik tetap berlanjut. Sekarang lembaga pemerintah yakni BPPT dan LIPI serta BUMN seperti PT INTI dan PT Pindad sedang mengembangkan komponen utama mobil listrik. Rencananya BUMN akan meluncurkan salah satu komponen utama mobil listrik, yakni motor listrik (permanent magnet BLDC motor) kapasitas 30 KW dan 80 KW.

"Kita ingin buat komponen mobil litrik (motor listrik) buatan PT INTI dan Pindad. Kalau design interior, body. Kita mampu. Ke depan, Pindad bisa produksi mobil untuk lomba supaya bisa semarakan mobil listrik. Selama ini pusing cari motor penggerak mobil," sebutnya.

Seperti diketahui, sejumlah mobil listrik mulai sport hingga minibus pernah dibuat oleh Ricky.



(feb/dnl)