"Saya mau ke Jepang dan mau bicara dengan Kementerian Pertanian untuk mengkonkretkan itu (impor daging wagyu) ya," kata Rusman pada acara Agrinex 2014 yang diadakan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (28/03/2014).
Di Jepang nanti, Rusman akan melihat langsung teknik pemotongan sapi apakah sesuai dengan prinsip kehalalan atau tidak. "Jadi belum apa-apa baru dibicarakan. Kita mau bicarakan praktik penyembelihannya dan kehalalannya," imbuhnya.
Tetapi di sisi lain, Rusman mengungkapkan, harga daging wagyu asal Jepang jauh lebih mahal dibandingkan produk serupa dari Australia. Hal ini disebabkan daging wagyu mempunyai ciri khas rasa yang tidak dimiliki produk sejenis dari negara lain.
"Ya mungkin jauh lebih mahal di Jepang karena daging wagyu beneran lah," cetusnya.
(wij/dnl)











































