Di Tengah Dominasi Barang Impor, BUMN Ini Ciptakan Lokomotif Canggih

Di Tengah Dominasi Barang Impor, BUMN Ini Ciptakan Lokomotif Canggih

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2014 14:26 WIB
Di Tengah Dominasi Barang Impor, BUMN Ini Ciptakan Lokomotif Canggih
Jakarta - PT INKA (Persero) telah berhasil mengembangkan dan memproduksi lokomotif canggih penarik kereta penumpang dan barang asli buatan Indonesia. BUMN kereta ini memproduksi lokomotif di Madiun, Jawa Timur.

Meski INKA mampu memproduksi lokomotif canggih produksi lokal, namun operator kereta tanah air lebih suka memakai lokomotif impor buatan General Electric, Amerika Serikat.

"Kalau pembuatan Lokomotif kemarin dikembangkan sendiri oleh karyawan INKA," kata Direktur Produksi INKA Hendy Hendratno Adji kepada detikFinance, Jumat (28/3/2014).

Lokomotif yang diproduksi adalah lokomotif tipe diesel hidraulic (Loko DH). Lokomotif tipe DH telah diproduksi dan dijual sebanyak 5 unit sejak diluncurkan.

"Kita juga sudah buat lima lokomotif sendiri, dari mulai desain sampai manufaktur atau perakitan. Kemarin itu pesanan dari Kementerian Perhubungan untuk angkutan Kereta Kedinasan," sebutnya.

Hendy menjelaskan, lokomotif buatan INKA dilengkapi fasilitas genset untuk sumber daya listrik. Dengan fasilitas ini, tidak perlu ada kereta tambahan untuk fasilitas penyedia genset.

Lokomotif ini juga dilengkapi dengan kamera pengintai. Kamera ini terdapat di sebelah kanan dan kiri lokomotif. Masinis tak perlu menegok ke belakang, cukup melihat dari layar yang terdapat di dalam kabin, bisa mengamati ke belakang seperti kereta penumpang yang sedang ditarik.

"Lokomotif INKA sudah dilengkapi genset untuk sumber daya listrik AC atau lampu pada rangkaiannya, jadi nggak perlu pakai kereta power untuk genset lagi," terangnya.

Lokomotif produksi INKA juga telah dilirik produsen kereta dunia untuk diadopsi. "Ada beberapa pabrikan lokomotif di dunia yang menjajaki untuk menggunakan bogie dan body lokomotif tersebut dicangkok kan dengan propulsi yang mereka buat. Khususnya untuk pasar negara-negara yang menggunakan rel sempit 1.067 MM seperti di Indonesia," jelasnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads