Tol Atas Laut Cukup di Bali, Jakarta-Surabaya Belum Perlu?

Tol Atas Laut Cukup di Bali, Jakarta-Surabaya Belum Perlu?

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2014 15:26 WIB
Tol Atas Laut Cukup di Bali, Jakarta-Surabaya Belum Perlu?
Jakarta - Konsorsium PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bermimpi membuat tol di atas laut dengan rute Jakarta-Surabaya. Hal ini dinilai Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak belum perlu. Menurutnya, cukup tol di atas laut Bali saja yang berdiri.

"Atas laut itu lihatnya di Bali saja, yang lain belum bangun lagi sekarang kita sedang membangun jalan tol di utara Jawa, sekarang utara Cikampek-Palimanan tahun depan selesai," ungkap Hermanto di Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Dengan tahun depan selesai, maka praktis beban-beban yang selama ini melewati Pantura dan Cirebon itu akan pindah ke sana.

"Karena truknya akan pindah ke sana termasuk akibat banjir yang selama ini juga meningkatkan kerusakan jalan di Pantura nanti dengan penyelesaian Palimanan-Cikampek itu akan bisa diatasi secara signifikan," katanya.

Untuk tol di atas laut rute Jakarta-Surabaya, Hermanto mengatakan kalau mau membangun harus dilihat layak atau tidak. Nanti kalau sudah dibangun, menurut Hermanto harus dipastikan siapa yang mau lewat.

"Intinya kembali kelayakan ekonomi, kelayakan finansial. Prakarsa dari satu badan usaha itu tidak ada dukungan pemerintah artinya dia harus kembali," kata Dia.

Berbeda dengan pandangan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan menilai harus segera dibangun jalan tol di atas laut yang membentang dari Jakarta-Surabaya (Pantura). Ia berjanji studinya akan selesai sebelum jabatannya sebagai menteri BUMN berakhir.

Pembangunan tol atas laut ini akan menjadi alternatif lalu lintas kendaraan di jalan pantura. Pembangunan tol atas laut ini sudah dilakukan di Bali.

"Harus ada jalan pintas yakni membangun tol di pinggir pantai. Jakarta-Surabaya. Toh kita sudah punya pengalaman di Bali," sebutnya.

Menurut Dahlan, saat ini Jasa Marga selaku pimpinan konsorsium tol di atas laut sedang melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Ia berjanji proses studi selesai sebelum ia mengakhiri masa jabatan sebagai Menteri BUMN.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads