Direktur Kebandarudaraan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang Tjahjono mengatakan tahun ini kapasitas Bandara Soetta sudah mencapai 62 juta penumpang per tahun atau melebihi kapasitas normal yang mencapai 22 juta penumpang per tahun.
"Itu semua tidak cukup, karena jumlah penumpang di Cengkareng itu lebih dari 60 juta. Nanti tahun 2020 bisa mencapai 70 juta. 2030 mencapai 100 juta," kata Bambang ditemui di sela acara diskusi Jakarta Soekarno-Hatta International Capacity Optimization, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Rabu (2/4/2014).
Bambang mengatakan, seiring dengan pertumbuhan kelas menengah, dan juga penumpang maskapai penerbangan yang juga semakin banyak, Bandara Seotta tak mungkin lagi bisa menjadi satu-satunya tumpuan.
"Karena nggak mungkin di dunia airport mana 100 juta penumpang dalam satu titik. (Bandara) Atlanta itu saja 90 juta, landasannya 5," katanya.
Pemerintah sedang mengupayakan percepatan pembangunan Bandara Internasional di Karawang, sebagai penopang Bandara Soetta yang sudah melebihi kapasitas normal.
"Pemerintah sudah menyiapkan di Karawang. Sekarang sudah masuk tata ruang nasionalnya. Satu airport saja tidak cukup," tutupnya.
Saat ini, PT Angkasa Pura II tengah memperluas terminal 3 dan penambahan landasan demi mengimbangi pertumbuhan penumpang bandara dengan kapasitas hingga 25 juta penumpang per tahun. Sedangkan terminal 1 dan 2 hanya mempunyai kapasitas 22 penumpang per tahun, sehingga totalnya mencapai 47 juta penumpang per tahun.
(zul/hen)











































