Penilaian Jokowi dan Fakta Seputar Metro Kapsul

Penilaian Jokowi dan Fakta Seputar Metro Kapsul

- detikFinance
Kamis, 03 Apr 2014 09:08 WIB
Penilaian Jokowi dan Fakta Seputar Metro Kapsul
Jakarta - Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pabrik alat transportasi metro kapsul di Subang, Jawa Barat. Meski alat transportasi ini masih purwa rupa (prototype), Jokowi menilai transportasi ini pantas untuk di kota-kota seluruh Indonesia.

Pabrik metro kapsul ini merupakan milik PT Perkakas Rekadaya Nusantara. Lokasinya adalah di Jalan Cagak, Desa Bunihayu, Subang.

Alat transportasi ini muncul di tengah mandeknya proyek monorel Jakarta yang dijalankan oleh PT Jakarta Monorail.

Metro kapsul yang 100% buatan Indonesia ini, digagas oleh konsorsium yang terdiri dari PT Surya Gemilang, PT Karsa Kerja Mekanotama, PT Treka, dan PT PP Prekas.

Masing-masing perusahaan konsorsium ini memiliki tugas dalam pembuatan transportasi ini. Untuk PT Karsa Kerja Mekanotama bertugas membuat body alat transportasi ini.

PT Sura Gemilang bertugas membuat boogey atau rangkanya. PT Treka membuat mesin, dan PT Prekas membuat jalannya.

Apa hasil kunjungan tersebut? Berikut dirangkum oleh detikFinance, Kamis (3/4/2014).

Murah Menurut Jokowi

Setelah mendengar penjelasan dari Direktur Utama Surya Gemilang yaitu Edwin Munir, Jokowi terkesan dengan alat transportasi ini.

"Saya kira semua kota bisa menggunakan kalau barangnya seperti ini. Karena murah, 30 kilometer hanya butuh Rp 30 triliun. Provinsi yang lain itu bisa membangun, bisa memulai," kata Jokowi.

Murah Menurut Jokowi

Setelah mendengar penjelasan dari Direktur Utama Surya Gemilang yaitu Edwin Munir, Jokowi terkesan dengan alat transportasi ini.

"Saya kira semua kota bisa menggunakan kalau barangnya seperti ini. Karena murah, 30 kilometer hanya butuh Rp 30 triliun. Provinsi yang lain itu bisa membangun, bisa memulai," kata Jokowi.

Cocok Untuk Wilayah Lalu Lintas Padat

Jokowi menilai, metro kapsul murah dan bisa dibiayai oleh APBN. Alat transportasi ini bisa dibangun di jalur-jalur yang lalu lintasnya padat.

"Ini sangat penting untuk jalur yang sangat padat. Yang paling penting kita lihat barangnya, punta keyakinan siapkan komponennya dan kemudian ada keputusan politiknya," kata Jokowi.

Dia sangat yakin dengan alat transportasi ini setelah melihat pabriknya.

"Kalau lihat pabriknya saya juga yakin. Hanya untuk memulai sesuatu yang baru butuh keberanian, butuh keputusan politik, apakah produk ini mau dipakai atau tidak dipakai," jelas Jokowi.

Cocok Untuk Wilayah Lalu Lintas Padat

Jokowi menilai, metro kapsul murah dan bisa dibiayai oleh APBN. Alat transportasi ini bisa dibangun di jalur-jalur yang lalu lintasnya padat.

"Ini sangat penting untuk jalur yang sangat padat. Yang paling penting kita lihat barangnya, punta keyakinan siapkan komponennya dan kemudian ada keputusan politiknya," kata Jokowi.

Dia sangat yakin dengan alat transportasi ini setelah melihat pabriknya.

"Kalau lihat pabriknya saya juga yakin. Hanya untuk memulai sesuatu yang baru butuh keberanian, butuh keputusan politik, apakah produk ini mau dipakai atau tidak dipakai," jelas Jokowi.

Kecepatan Maksimum 80 Km/Jam dan Kapasitas 22 Kursi

Metro kapsul menurut Direktur Utama PT PP Precast Abdul Haris Tatang, memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam. Namun rata-rata kecepatannya 50-60 km/jam.

Kereta ini dikontrol secara otomatis melalui sensor, yang juga berguna menjaga jarak antara kereta satu dengan yang lainnta, sehingga tak ada tabrakan.

"Kapasitas 22 seat (kursi). Kalau kelebihan ada sensor," ujar Tatang.

Alat transportasi ini ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah kota besar lain.

Bahkan, transportasi ini diusulkan untuk melayani rute Senayan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Kecepatan Maksimum 80 Km/Jam dan Kapasitas 22 Kursi

Metro kapsul menurut Direktur Utama PT PP Precast Abdul Haris Tatang, memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam. Namun rata-rata kecepatannya 50-60 km/jam.

Kereta ini dikontrol secara otomatis melalui sensor, yang juga berguna menjaga jarak antara kereta satu dengan yang lainnta, sehingga tak ada tabrakan.

"Kapasitas 22 seat (kursi). Kalau kelebihan ada sensor," ujar Tatang.

Alat transportasi ini ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah kota besar lain.

Bahkan, transportasi ini diusulkan untuk melayani rute Senayan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Berbahan Bakar Listrik

Sama seperti monorel, metro kapsul digerakkan oleh listrik. Dirut PT PP Precast Abdul Haris Tatang mengatakan, tiap kereta kapsul membutuhkan listrik dari PLN 18 kilowatt (KW).

Tatang menjelaskan, konstruksi pembangunan metro kapsul di Jakarta relatif sederhana dan efisien. Ia yakin, pengerjaan proyek ini tidak akan membuat macet, karena pengerjaannya jam 10 malam hingga jam 5 pagi setiap harinya.

"Kami punya sistem khusus tiang pancang, yaitu knock down. Satu malam bisa selesai satu tiang sampai atas. Malam berikutnya satu tiang lagi. Warga Jakarta tahu-tahu pagi-pagi sudah ada tiang," jelas Tatang.

Berbahan Bakar Listrik

Sama seperti monorel, metro kapsul digerakkan oleh listrik. Dirut PT PP Precast Abdul Haris Tatang mengatakan, tiap kereta kapsul membutuhkan listrik dari PLN 18 kilowatt (KW).

Tatang menjelaskan, konstruksi pembangunan metro kapsul di Jakarta relatif sederhana dan efisien. Ia yakin, pengerjaan proyek ini tidak akan membuat macet, karena pengerjaannya jam 10 malam hingga jam 5 pagi setiap harinya.

"Kami punya sistem khusus tiang pancang, yaitu knock down. Satu malam bisa selesai satu tiang sampai atas. Malam berikutnya satu tiang lagi. Warga Jakarta tahu-tahu pagi-pagi sudah ada tiang," jelas Tatang.
Halaman 2 dari 10
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads