Data dan Fakta Mega Proyek Tol Atas Laut Pantura Rp 140 T

Data dan Fakta Mega Proyek Tol Atas Laut Pantura Rp 140 T

- detikFinance
Kamis, 03 Apr 2014 10:49 WIB
Data dan Fakta Mega Proyek Tol Atas Laut Pantura Rp 140 T
Jakarta - Konsorsium 19 BUMN dipimpin oleh PT Jasa Marga Tbk serius untuk memecahkan kemandekan sarana transportasi jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya. BUMN ingin membangun tol atas laut di pantau utara Jawa (Pantura) sepanjang 500 km dengan investasi Rp 140 triliun.

Pra studi kelayakan atau pre-feasibility study (pra FS) untuk proyek ini sudah dilakukan oleh konsorsium BUMN ini. Bahkan pendanaan sudah siap dengan mengerahkan bank-bank BUMN.

Proyek tol atas laut ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu Semarang-Surabaya (tahap I) dan Cirebon-Surabaya (Tahap II).

Konsorsium BUMN ini ingin menghubungkan Jakarta-Surabaya melalui atas laut. Nantinya diharapkan bisa mengurangi kepadatan penduduk di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kepadatan penduduk di Jakarta bisa diturunkan dengan pembangunan infrastruktur yang saling terkoneksi di luar ibu kota.

Jaringan jalan dan transportasi ini bisa memicu orang untuk tinggal di kota-kota kecil. Karena selama ini infrastruktur seperti jaringan kereta dan jalan kurang terkoneksi dan berkembang untuk wilayah di luar DKI.

Berikut fakta dan data tol atas laut Pantura tersebut yang dirangkum detikFinance, Kamis (3/4/2014).

1. Tahap I Semarang-Surabaya Butuh Rp 50 Triliun

Konsorsium BUMN ini telah menyelesaikan sebagian pre  feasibility study atau pra studi kelayakan untuk tol atas laut Jakarta-Surabaya. Untuk tahap pertama, bakal dibangun jalan tol Semarang-Surabaya.

"Hasil (pra) studi tahap I dari Semarang-Surabaya sepanjang 300 km. Itu feasible. Sebagian akan dibangun di atas laut yaitu dari Tuban-Lamongan-Gresik," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan menjelaskan, biaya tahap I untuk Semarang-Surabaya ini mencapai Rp 50 triliun. "Dananya untuk tahap I ini Rp 50 triliun, kita tidak ada masalah di pendanaan," ungkap Mantan Dirut PLN ini.

Lebih jauh Dahlan menyampaikan setelah hasil pra studi kelayakan ini, maka akan diurus perizinan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). "Setelah ini akan ada pra feasibility study tahap II. Selesai dalam 1,5 bulan ke depan yakni fase Cirebon-Semarang," terang Dahlan.

1. Tahap I Semarang-Surabaya Butuh Rp 50 Triliun

Konsorsium BUMN ini telah menyelesaikan sebagian pre  feasibility study atau pra studi kelayakan untuk tol atas laut Jakarta-Surabaya. Untuk tahap pertama, bakal dibangun jalan tol Semarang-Surabaya.

"Hasil (pra) studi tahap I dari Semarang-Surabaya sepanjang 300 km. Itu feasible. Sebagian akan dibangun di atas laut yaitu dari Tuban-Lamongan-Gresik," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan menjelaskan, biaya tahap I untuk Semarang-Surabaya ini mencapai Rp 50 triliun. "Dananya untuk tahap I ini Rp 50 triliun, kita tidak ada masalah di pendanaan," ungkap Mantan Dirut PLN ini.

Lebih jauh Dahlan menyampaikan setelah hasil pra studi kelayakan ini, maka akan diurus perizinan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). "Setelah ini akan ada pra feasibility study tahap II. Selesai dalam 1,5 bulan ke depan yakni fase Cirebon-Semarang," terang Dahlan.

2. Tahap II Semarang-Cirebon Butuh Rp 90 Triliun

Untuk ruas tahap II dari Semarang-Cirebon akan membutuhkan dana Rp 90 triliun. Namun pre feasibility study atau studi kelayakan masih disiapkan hingga saat ini.

"Tahap II ini akan menghubungkan Cirebon-Semarang. Ini kemungkinan besar dibangun di atas laut semua. Karena selama ini jalur Pantura itu macet dan jalanan sering sekali rusak," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan mengatakan, akan ada pra studi kelayakan ruas Cirebon-Semarang dengan tenggat waktu hingga 1,5 bulan ke depan. "Justru ini yang lebih mendesak. Karena kita tahu setiap tahun masalah Pantura itu selalu menghiasi media massa," kata Dia.

2. Tahap II Semarang-Cirebon Butuh Rp 90 Triliun

Untuk ruas tahap II dari Semarang-Cirebon akan membutuhkan dana Rp 90 triliun. Namun pre feasibility study atau studi kelayakan masih disiapkan hingga saat ini.

"Tahap II ini akan menghubungkan Cirebon-Semarang. Ini kemungkinan besar dibangun di atas laut semua. Karena selama ini jalur Pantura itu macet dan jalanan sering sekali rusak," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dahlan mengatakan, akan ada pra studi kelayakan ruas Cirebon-Semarang dengan tenggat waktu hingga 1,5 bulan ke depan. "Justru ini yang lebih mendesak. Karena kita tahu setiap tahun masalah Pantura itu selalu menghiasi media massa," kata Dia.

3. Target 2017 Sudah Selesai

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pemerintah telah 5 tahun merencanakan pembangunan tol atas laut ini, namun tak kunjung dibangun.

"Izin sudah ada tapi kok 5 tahun tidak dibangun-bangun. Makanya kita bergerak dan 1,5 bulan ke depan FS diharapkan selesai dan diurus pembangunannya mulai 2015," papar Mantan Dirut PLN ini.

Cirebon-Semarang akan menempuh jarak 200 km, dan biayanya jauh lebih mahal dari tahap I.

"Tahap II itu nilai investasinya Rp 90 triliun. Lebih mahal karena berdiri di atas laut. Kira-kira 2017 akhir bisa selesai untuk Cirebon-Surabaya. Karena tahap I itu kan sudah ada Semarang-Surabaya ini melanjutkan saja," jelas Dahlan.

3. Target 2017 Sudah Selesai

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pemerintah telah 5 tahun merencanakan pembangunan tol atas laut ini, namun tak kunjung dibangun.

"Izin sudah ada tapi kok 5 tahun tidak dibangun-bangun. Makanya kita bergerak dan 1,5 bulan ke depan FS diharapkan selesai dan diurus pembangunannya mulai 2015," papar Mantan Dirut PLN ini.

Cirebon-Semarang akan menempuh jarak 200 km, dan biayanya jauh lebih mahal dari tahap I.

"Tahap II itu nilai investasinya Rp 90 triliun. Lebih mahal karena berdiri di atas laut. Kira-kira 2017 akhir bisa selesai untuk Cirebon-Surabaya. Karena tahap I itu kan sudah ada Semarang-Surabaya ini melanjutkan saja," jelas Dahlan.

4. Lebih Pendek dari Trans Jawa

Proyek tol atas laut Pantura yang digarap 19 konsorsium ini ditargetkan selesai 2017 bisa beroperasi, dan relatif tak ada kendala pembebasan lahan. Sedangkan tol Trans Jawa dipastikan molor dari target 2015 karena terhambat pembebasan lahan.

Secara total, rencana panjang tol atas laut Pantura mencapai 500 km. Tahap I, ruas Semarang-Surabaya dengan panjang 300 km dan tahap II, ruas Cirebon-Semarang dengan panjang 200 km.

Sedangkan total panjang tol Trans Jawa (di darat) mencapai 615 km dihitung dari Cikampek. Namun bila dihitung dari Cirebon (Palimanan), panjangnya sekitar 499 km.

Khusus untuk ruas Semarang-Surabaya untuk tol atas laut panjangnya hanya 300 Km ke arah utara. Sedangkan untuk Trans Jawa dari Semarang-Surabaya ke arah selatan mencapai 327 Km.

Tol atas laut Pantura diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 140 triliun. Rinciannya Semarang-Surabaya mencapai Rp 50 triliun. Untuk Cirebon-Semarang investasinya Rp 90 triliun.

Sedangkan untuk keseluruhan proyek Trans Jawa sepanjang 615 km akan memakan investasi senilai Rp 51,41 triliun.

Berikut data Tol Trans Jawa hingga 19 Maret 2014.

  • Cikampek-Palimanan (116 km) progres tanah 100%, progres konstruksi 21%
  • Pejagan-Pemalang (58 km) progres tanah 34,6%, progres konstruksi 0%
  • Pemalang-Batang (39 km) progres tanah 1,96%, progres konstruksi 0%
  • Batang-Semarang (75 km) progres tanah 3,33%, progres konstruksi 0%
  • Semarang-Solo (73 km) progres tanah 39,39%, progres konstruksi 0%
  • Solo-Ngawi (90 km) progres tanah 86,35%, progres konstruksi 11,98%
  • Ngawi-Kertosono (87 km) progres 59,74%, progres konstruksi 0%
  • Kertosono-Mojokerto (41 km) progres tanah 87,46%, progres konstruksi 47,72%
  • Mojokerto-Surabaya (36 km) progres tanah 71,67%, progres konstruksi 37,39%

4. Lebih Pendek dari Trans Jawa

Proyek tol atas laut Pantura yang digarap 19 konsorsium ini ditargetkan selesai 2017 bisa beroperasi, dan relatif tak ada kendala pembebasan lahan. Sedangkan tol Trans Jawa dipastikan molor dari target 2015 karena terhambat pembebasan lahan.

Secara total, rencana panjang tol atas laut Pantura mencapai 500 km. Tahap I, ruas Semarang-Surabaya dengan panjang 300 km dan tahap II, ruas Cirebon-Semarang dengan panjang 200 km.

Sedangkan total panjang tol Trans Jawa (di darat) mencapai 615 km dihitung dari Cikampek. Namun bila dihitung dari Cirebon (Palimanan), panjangnya sekitar 499 km.

Khusus untuk ruas Semarang-Surabaya untuk tol atas laut panjangnya hanya 300 Km ke arah utara. Sedangkan untuk Trans Jawa dari Semarang-Surabaya ke arah selatan mencapai 327 Km.

Tol atas laut Pantura diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 140 triliun. Rinciannya Semarang-Surabaya mencapai Rp 50 triliun. Untuk Cirebon-Semarang investasinya Rp 90 triliun.

Sedangkan untuk keseluruhan proyek Trans Jawa sepanjang 615 km akan memakan investasi senilai Rp 51,41 triliun.

Berikut data Tol Trans Jawa hingga 19 Maret 2014.

  • Cikampek-Palimanan (116 km) progres tanah 100%, progres konstruksi 21%
  • Pejagan-Pemalang (58 km) progres tanah 34,6%, progres konstruksi 0%
  • Pemalang-Batang (39 km) progres tanah 1,96%, progres konstruksi 0%
  • Batang-Semarang (75 km) progres tanah 3,33%, progres konstruksi 0%
  • Semarang-Solo (73 km) progres tanah 39,39%, progres konstruksi 0%
  • Solo-Ngawi (90 km) progres tanah 86,35%, progres konstruksi 11,98%
  • Ngawi-Kertosono (87 km) progres 59,74%, progres konstruksi 0%
  • Kertosono-Mojokerto (41 km) progres tanah 87,46%, progres konstruksi 47,72%
  • Mojokerto-Surabaya (36 km) progres tanah 71,67%, progres konstruksi 37,39%

5. Terinspirasi Tol Bali Mandara

Rencana pembangunan tol atas laut Jakarta-Surabaya sepanjang 700 kilometer (km) ini terinspirasi oleh suksesnya pengembangan tol atas laut Bali Mandara. Tol Bali Mandara saat ini merupakan jalan tol atas laut pertama di Indonesia.

"Momentum tol Bali yang cepat dengan andalkan BUMN. Semangat itu kita tingkatkan untuk starting. Hasil studi baru kita ajukan ke pemerintah," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Tol atas laut Bali Mandara dibangun dan dibiayai oleh BUMN. Tol tersebut memakan investasi Rp 2,4 triliun dan tanpa campur tangan APBN. Bali Mandara memiliki panjang total 12,7 km dan diresmikan sebelum KTT APEC tahun 2013. Pembangunan ruas tersebut membutuhkan waktu selama 14 bulan.

Sedangkan tol atas laut Jakarta-Surabaya, akan dikembangkan dan dikerjakan oleh konsorsium BUMN. Pimpinan konsorsium yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah melakukan pra studi kelayakan atau pre feasibility study awal untuk tol atas laut Jakarta-Surabaya.

Studi fase I dilakukan untuk ruas Surabaya-Semarang sepanjang 300 km. Ruas tol dinilai layak dibangun. Namun konsorsium BUMN bakal memprioritaskan ruas tol fase II yakni Cirebon-Semarang sepanjang 200 km.

Pembangunan ruas tol fase awal akan dimulai dari Cirebon hingga Surabaya. Mega proyek ini dimulai pada tahun 2015 dan selesai paling cepat akhir 2017. Kebutuhan dana untuk ruas Surabaya-Semarang dan Semarang-Cirebon adalah Rp 140 triliun.

5. Terinspirasi Tol Bali Mandara

Rencana pembangunan tol atas laut Jakarta-Surabaya sepanjang 700 kilometer (km) ini terinspirasi oleh suksesnya pengembangan tol atas laut Bali Mandara. Tol Bali Mandara saat ini merupakan jalan tol atas laut pertama di Indonesia.

"Momentum tol Bali yang cepat dengan andalkan BUMN. Semangat itu kita tingkatkan untuk starting. Hasil studi baru kita ajukan ke pemerintah," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Tol atas laut Bali Mandara dibangun dan dibiayai oleh BUMN. Tol tersebut memakan investasi Rp 2,4 triliun dan tanpa campur tangan APBN. Bali Mandara memiliki panjang total 12,7 km dan diresmikan sebelum KTT APEC tahun 2013. Pembangunan ruas tersebut membutuhkan waktu selama 14 bulan.

Sedangkan tol atas laut Jakarta-Surabaya, akan dikembangkan dan dikerjakan oleh konsorsium BUMN. Pimpinan konsorsium yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah melakukan pra studi kelayakan atau pre feasibility study awal untuk tol atas laut Jakarta-Surabaya.

Studi fase I dilakukan untuk ruas Surabaya-Semarang sepanjang 300 km. Ruas tol dinilai layak dibangun. Namun konsorsium BUMN bakal memprioritaskan ruas tol fase II yakni Cirebon-Semarang sepanjang 200 km.

Pembangunan ruas tol fase awal akan dimulai dari Cirebon hingga Surabaya. Mega proyek ini dimulai pada tahun 2015 dan selesai paling cepat akhir 2017. Kebutuhan dana untuk ruas Surabaya-Semarang dan Semarang-Cirebon adalah Rp 140 triliun.
Halaman 2 dari 12
(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads