"Ini hanya pilihan teknis, mau jalan di atas laut atau apa yang penting dibangunlah," kata Ahmad saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis (3/04/2014).
Ahmad sangat memaklumi soal alasan proyek ini dibangun adalah karena sulitnya melakukan pembebasan lahan. Ia memberi contoh hal serupa terjadi saat pembangunan proyek rel kereta ganda Jakarta-Surabaya.
"Itu karena frustasi nggak bisa bebaskan tanah. Bebaskan tanah susah ya sudah laut saja. Umumnya proyek infrastruktur ini masalah tanah. Dua jalur kereta api saja berapa tahun baru selesai, lama. Sejak Zaman Soeharto itu," imbuhnya.
Bila jalan tol ini direalisasikan dan selesai dibangun, para pelaku usaha juga mendapatkan keuntungan.
"Saya bilang ini (proyek atas tol laut) berguna, semua infrastruktur itu berguna. Itu bagian dari tugas pemerintah. Akibatnya biaya logistiknya jadi rendah," jelasnya.
Seperti diketahui rencana tol atas laut akan digarap oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana mengembangkan tol atas laut Cirebon-Surabaya sepanjang kurang lebih 500 Km.
Tol ini akan dibangun sepanjang pesisir utara laut Jawa. Kajian awal atau pre feasibility study (Pra FS) telah dilakukan terhadap ruas Surabaya-Semarang sepanjang 300 Km, yang akan dilanjutkan untuk studi kelayakan (FS).
(wij/hen)











































