Bellarminus Pratomo adalah salah satunya. Laki-laki berusia 39 tahun ini merupakan ketua Komunitas Action Figure Indonesia (KAFI). Sebagai kolektor, koleksi pribadinya mencapai sekitar 4.000 action figure. Paling banyak adalah karakter DC Comics seperti Superman, Batman, Flash, atau Green Lantern.
“Kemudian ada juga Star Wars. Sisanya campuran, ada dari genre horor, musik, dan sebagainya,” kata Billy, sapaan akrabnya, kepada detikFinance di Jakarta, kemarin.
Billy sudah menyukai action figure sejak masih duduk di bangku SD. “Mulai menggila waktu kuliah. Saya jualan juga, sehingga bisa cari uang sendiri untuk bayar kuliah,” kenangnya.
Selama menekuni hobi ini, Billy mengaku tidak bisa menghitung berapa dana yang sudah dia keluarkan. Namun yang jelas dalam hitungan ratusan juta.
Selain seorang pehobi, Billy juga seorang memiliki toko action figure yang diberi nama Toyzaholic. Nama ini dipilih karena mencerminkan kepribadiannya, yang sangat menggilai action figure.
Sebelum membuka toko, dia pernah menekuni profesi sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. “Sekarang sudah full di dunia ini,” ujarnya.
Berbagai jenis action figure ada di Toyzaholic. Mulai dari yang termurah seharga Rp 10-15 ribu, sampai yang paling mahal sekitar Rp 3 juta. Dari usahanya, Billy menyebutkan bisa mendapatkan omzet lebih dari Rp 30 juta per bulan.
“Barang yang laku biasaya tergantung musim. Misalnya film Superman sedang diputar, itu action figure-nya laku habis-habisan,” kata Billy.
Namun untuk tahun ini, Billy mengatakan action figure Batman menjadi yang paling diminati. Ini karena Batman sedang memperingati ulang tahun ke-75 sehingga banyak action figure yang dirilis. “Barang Batman sedang banyak keluar, dan orang juga banyak cari,” ujarnya.
Billy mencari barang dagangannya dari berbagai sumber. Ada yang mengimpor langsung, membeli di distributor, sampai membeli dari sesama kolektor di komunitas. Sumber yang disebut terakhir sangat penting karena bisa menyediakan action figure seri-seri lawas.
“Kalau mengandalkan distributor saja kan susah karena mereka hanya punya yang baru. Padahal ini kan semakin lama semakin mahal. Kalau dapat barang langka yang susah dicari itu yang untung,” tutur Billy.
Ke depan, Billy menilai hobi dan bisnis action figure akan semakin berkembang. “Mainannya semakin berkembang, semakin bagus, dan semakin canggih. Kemudian apa saja dibuat,” katanya.
(hds/DES)











































