Stasiun Bawah Tanah MRT Jakarta Mulai Dibangun Malam Ini

Stasiun Bawah Tanah MRT Jakarta Mulai Dibangun Malam Ini

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2014 16:53 WIB
Stasiun Bawah Tanah MRT Jakarta Mulai Dibangun Malam Ini
Konferensi pers di Kantor Pusat MRT Jakarta (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Proses konstruksi stasiun bawah tanah (underground) proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai malam ini. Pembangunan kontruksi skala besar tahap I akan dimulai dari area stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Pembangunan kontruksi stasiun bawah tanah sendiri memiliki tiga tahap pekerjaan yakni: pembuatan guide wall, diaphragm wall atau D-Wall, dan penggalian tanah serta pembangunan stasiun bawah tanah.

Sebelum fase penggalian, dilakukan pembuatan soil pond untuk menampung tanah galian stasiun dan kemudian dilanjutkan pembuatan guide wall dan D-Wall. Baru dilanjutkan penggalian stasiun bawah tanah. Kedalaman stasiun bawah tanah berkisar 20 meter hingga 22 meter.

"Malam ini pekerjaan awal berupa persiapan marka jalan dan penutupan soil pond, dilanjutkan pada tanggal 22 April pekerjaan pembuatan guide wall dan pada tanggal 19 Juli pembangunan D-Wall untuk stasiun bawah tanah Bundaran HI akan dimulai," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami saat penjelasan tahap kontruksi di Kantor Pusat MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Dengan dimulainya kontruksi skala besar maka akan dilakukan penutupan median jalan dalam waktu cukup lama yakni sekitar 4 tahun. Selama penutupan median jalan ini, akan ada rekayasa lalu lintas untuk menghindari penumpukan lalu lintas pada area proyek MRT dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus.

Untuk proses rekayasa lalu lintas ini, MRT Jakarta menggandeng Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Khusus pembangunan stasiun Bundaran HI, lokasinya berada di depan Plaza Indonesia, Kantor Kedutaan Besar Jepang dan Plaza EX. Panjang stasiun sekitar 300 meter.

Selain itu saat pemasangan D-Wall dan pengerukan tanah hingga mencapai kedalaman 22an meter akan dilakukan siang hari namun tanahnya terlebih dahulu disimpan pada soil pond (penampungan sementara). Proses pengangkutan tanah dari soil pond ke lokasi pembuangan akan dilakukan pada malam hari.

"Pekerjaan ini tentunya akan memberikan dampak yang lebih luas kepada lalu lintas, oleh karena itu kami memohon maaf kepada masyarakat Jakarta khususnya pengguna jalan. Kami mohon maaf juga kepada para pengelola gedung di sekitar lokasi pembangunan yang jalan masuk maupun keluar gedung akan mengalami perubahan," jelasnya.

Pemilihan lokasi dimulai kontruksi sekala besar di stasiun Bundaran HI karena pertimbangan lokasi dan tingkat kerumitan. Stasiun Bundaran HI dibangun lebih panjang karena akan menjadi lokasi lansir kereta dari atau ke stasiun Lebak Bulus.

Karena pertimbangan itu maka pembangunan stasiun Bundaran HI dilakukan dengan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas karena median jalan yang tidak terlalu lebar.

"Sebagai informasi lebar jalan Sudirman 50 meter dengan trotoar yang luas sementara lebar jalan Thamrin di lokasi kontruksi 43 meter. Kita lebih dahulu mulai pekerjaan di Bundaran HI dan diikuti titik lain di depan Ratu Plaza dan Senayan pada Juni mendatang," sebutnya.

Pada pembangun proyek MRT fase I yakni rute stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus terdapat 6 stasiun bawah tanah dan 7 stasiun layang.

Setelah proses pembangunan stasiun bawah tanah baru dilanjutkan dengan penurunan dan pemasangan alat bor raksasa yakni tunnel boring machine (TBM). TBM mulai dipasang pada awal 2015, sedangkan pengeboran mulai dilakukan pada pertengahan 2015.

Untuk membuat 2 lajur rute bawah tanah, kontraktor proyek MRT memakai 4 TBM. Proses pengeboran bakal berlangsung sekitar 1 tahun.

"Yang kami siapkan stasiun Bundaran HI ahar tunnel boring machine bisa masuk. Itu untuk masukkan alat diameter 7 meter," sebutnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads