"Nanti itu kalau monorel itu nggak jadi, pakai yang baru ini (metro kapsul) nanti dicabutin semua (tiangnya)," ungkap Plt Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Wiriyatmoko saat ditemui di kantor BPK Daerah, Jakarta, Senin (7/4/2014)
Alasannya adalah infrastruktur penunjang dari metro kapsul berbeda dengan monorel. Termasuk tiang-tiang yang sudah terpancang di beberapa ruas kawasan Jakarta yang tadinya ditujukan untuk monorel.
"Kan beda kan, jadi harus dicabut katanya begitu," ujarnya.
Ia belum dapat memastikan kapan proyek metro kapsul akan bisa direalisasikan. Baik dari sisi rencana peletakan batu pertama atau groundbreaking, maupun target operasional.
"Metro Kapsul, kan masih baru rencana. Kita lihat dulu lah," kata Wiriyatmoko.
Sementara itu untuk proyek monorel Jakarta masih didiskusikan oleh Pemrov dan pihak terkait, yaitu Jakarta Monorail. Perusahaan tersebut harus membuat perencanaan bisnis yang komperhensif soal proyek yang akan dijalankan.
"Kan sekarang masih dikaji business plan-nya," sebutnya.
Namun, Ia berharap akan segera selesai dalam waktu dekat. Karena mengingat kebutuhan masyarakat akan transportasi massa yang terintegrasi sudah sangat mendesak.
"Secepatnya lah direalisasikan," imbuhnya.
(mkl/ang)











































