Para Pengusaha akan Undang Capres untuk Debat Sektor Kelautan

Para Pengusaha akan Undang Capres untuk Debat Sektor Kelautan

- detikFinance
Senin, 07 Apr 2014 16:39 WIB
Para Pengusaha akan Undang Capres untuk Debat Sektor Kelautan
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan menyelenggarakan debat calon presiden (Capres) terkait isu potensi perikanan dan kelautan di Indonesia. Beberapa capres sudah bersedia datang untuk mempresentasikan pengalaman dan visi misinya memajukan bisnis di sektor kelautan dan perikanan.

"Saya ingin mereka (Capres) tahu potensi sektor kelautan dan perikanan kita seperti apa. Kita lakukan debat dan akan kita tutup dengan makan ikan bersama," kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto saat berdiskusi dengan media di Gedung Menara Kadin, Kuningan Jakarta, Senin (7/04/2014).

Beberapa calon presiden yang bersedia hadir adalah Aburizal Bakrie, Joko Widodo, Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan. Selain itu Kadin juga akan mengundang Panglima TNI Muldoko.

"Setelah tanggal 9 April 2014, mereka konfirm untuk hadir. Ada Pak Ical, Jokowi, Wiranto, JK, Dahlan, Gita, sudah saya undang. Kita minta juga Pak Muldoko kita undang untuk mengetahui sektor pertahankan kelautan ke depan," katanya.

Yugi mengatakan beberapa tokoh calon presiden yang sudah menyatakan kehadirannya ini memang memiliki konsep untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan dalam setiap kampanye yang dilakukan. Nantinya para pelaku usaha Kadin berupaya untuk memberikan masukan dan cara memajukan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia.

"Setiap saya bertemu dengan tokoh ini mereka berapi-api ketika menanggapi pernyataan kemaritiman. Makanya kita undang. Negara kepulauan Indonesia sangat membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki visi kelautan. Jadi yang kita harapkan kalau pemikirannya yang briliant kita akan sampaikan beberapa saran kepada mereka," jelasnya.

Potensi sektor perikanan dan kelautan di Indonesia cukup besar mencapai Rp 255 triliun per tahun. Namun saat ini yang baru digarap hanya 10% atau sebesar Rp 25 triliun.


(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads