BUMN Siapkan 2 Mega Proyek di Kawasan Industri KBN

BUMN Siapkan 2 Mega Proyek di Kawasan Industri KBN

- detikFinance
Selasa, 08 Apr 2014 14:39 WIB
BUMN Siapkan 2 Mega Proyek di Kawasan Industri KBN
Kawasan KBN
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pengelola kawasan industri yakni PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) berencana membangun 2 proyek besar.

Mega proyek itu akan dibangun di kawasan KBN, Cakung Cilincing, Jakarta Utara antaralain Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berdaya 2X1.000 Mega Watt (MW) senilai Rp 20 triliun.

"Manajemen akan bangun proyek raksasa. Bangun PLTA 2X1.000 MW. Prosedurnya nggak sulit," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat peresmian Rumah Sakit Pekerja di kawasan KBN, Cakung, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2014).

Rencana pembangunan PLTU 2X1.000 MW, KBN akan menggandeng konsorsium lokal dan asing. "Progres mau tandatangan konsorsium agreement. Ada China dan lokal partner," katanya.

Proyek besar lainnya adalah membangun rumah susun (rusun) sebanyak 9 tower di area KBN Cakung. Rusun ini akan digunakan sebagai tempat tinggal pekerja dan juga warga sekitar kawasan KBN.

"Kemudian kami sepakat dengan Pak Jokowi disamping membangun RS juga akan membangun rumah susun 500 meter dari sini. Bisa 9 tower," sebutnya.

Terkait rencana pembangunan rusun ini, KBN menghadapi penolakan warga. Warga menilai rencana BUMN tersebut bisa mematikan usaha sewa rumah atau kos-kosan yang selama ini melayani pekerja di area KBN.

"Ada hambatan begitu rencana dimulai. Ada penolakan warga. Di sini ada 20 ribu bisnis kos. Kalau rusun belum dibangun, ada persoalan sosial. Rumah susun dibangun BUMN yakni oleh Perumnas," katanya.

Rusun tidak hanya dibangun di kawasan KBN saja. BUMN Perum Perumnas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana melakukan penataan pemukiman kumuh di area Jakarta.

Perumnas akan membangun rusun untuk relokasi warga dari pemukiman kumuh. Namun untuk kepemilikan rumah akan dilakukan seleksi yang ketat agar tepat sasaran.

"Saya usulkan, setelah rumah susun dibangun. Dicari rumah kumuh mana lagu yang katakan kumuh. Mau kompak pindah ke situ, kemudian lahan yang ditinggalkan dibangun rumah susun. Nanti cari RT lagi. Ini kita bicarakan nggak baru-baru ini," katanya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads