Harapan MS Hidayat di Pemilu: Subsidi BBM Dicabut

Harapan MS Hidayat di Pemilu: Subsidi BBM Dicabut

- detikFinance
Rabu, 09 Apr 2014 11:42 WIB
Harapan MS Hidayat di Pemilu: Subsidi BBM Dicabut
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Menteri Perindustrian (menperin) MS Hidayat menyatakan, banyak pekerjaan rumah bagi para calon legislatif (DPR) dan presiden yang terpilih dalam Pemilu tahun ini. Salah satunya adalah keberanian untuk menghilangkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Siapapun yang memerintah nanti, program ekonomi yang mendesak itu adalah pelepasan subsidi BBM, itu yang mendesak. Siapapun itu akan menjadi persoalan. Ekonomi akan baik kalau itu terpecahkan," tegas Hidayat ditemui usai menggunakan hak suaranya di TPS 10, Keluharan Gunung Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/4/2014).

Selain itu, Hidayat yang ditemani putrinya mengharapkan, para legislator yang terpilih bisa mengemban amanah dan tugas dengan baik. Tentunya bisa menjalin koordinasi yang baik dengan pemerintah. Menurutnya, partai mana saja tidak menjadi persoalan, yang penting para legislator harus memiliki visi dan misi yang bagus dan sejalan dengan visi misi pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling tidak saya ingin ini dimenangkan oleh para legislator dengan kualitas yang lebih baik," tambah dia.

Hidayat mengungkapkan, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh para legislator. Rancangan Undang Undang yang belum diketok menjadi satu persoalan penting untuk para legislator ke depannya.

Dari sisi industri, lanjut Hidayat, banyak program yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah mengurangi pengangguran dengan upaya menumbuhkan industri padat karya. Seperti industri alas kaki dan garmen yang sangat membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

"Labour industri itu masih dibutuhkan," katanya.

Dia juga berharap, para anggota legislatif yang terpilih nantinya itu bisa mengawal Undang-Undang Perindustrian No 3 Tahun 2014 yang baru saja disahkan. Salah satu poin penting dalam undang-undang tersebut adalah berjalannya hilirisasi mineral dan batu bara.

"Secara mendasar itu yang kedua saya mengharapkan, untuk menjadi negara industri di tahun 2025. Payung hukum sudah disiapkan," tutup mantan Bendahara Partai Golkar ini.

(zul/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads