Pasalnya, kapasitas Bandara Soetta ke depan, sudah tidak cukup lagi menampung lonjakan atau pertumbuhan perjalanan penumpang dan pesawat setiap tahunnya.
"Jangka panjang harus punya bandara baru. Karena nggak mungkin. Di sana sekarang sudah 62 juta per tahun (Penumpang di Bandara Soetta)," kata Direktur Kebandarudaraan, Kementerian Perhubungan, Bambang Tjahjono kepada detikFinance di Kemenhub, Jakarta, seperti dikutip Kamis (10/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bangun kereta api juga masalah tanahnya. Jadi nggak mungkin ditambah kapasitas di Soetta. Akses disitu kan harus dipikirkan. Disitu ada maksimumnya 70 juta penumpang. Setelah itu ada bandara baru lagi," jelasnya.
Lokasi bandara baru yang disiapkan adalah di Karawang Jawa Barat. Bandara baru Karawang direncanakan mampu memecah dan memfasilitasi pertumbuhan penumpang dan pesawat yang pesat.
"Kita pecah penumpangnya sehingga kita punya rencana di Karawang. Bapak tinggal di Bekasi ngapain bapak ke Cengkareng. Dari situ (Karawang) saja lebih deket," katanya.
Bambang mengakui ada kendala di dalam pendirian dan pengembangan bandara baru di Karawang. Kemenhub masih berusaha memperoleh izin untuk perubahan tata ruang penggunaan lahan.
"Kita sudah berusaha ada perubahan tata ruangnya kemudian kalau tanahnya disediakan pemerintah investor banyak yang masuk. Tapi di satu pihak kita sudah siapkan Majalengka," jelasnya.
(feb/dru)










































