Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengakui, masyarakat AS dan Kanada sangat menyukai produk kuliner Indonesia. Oleh sebab itu, Bayu mencoba membagi tips produk apa yang banyak diminta dan cara melakukan ekspor ke dua negara tersebut.
"Produk Indonesia harus lebih menampilkan faktor-faktor seperti nilai etnis atau makanan yang slow food seperti produk permen, kopi, teh, kecap, dan jeli. Bukan fast food. Kemudian makanannya organik dan yang jelas makanan yang dihasilkan oleh UKM," kata Bayu saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (11/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh para eksportir. Bayu meminta agar para eksportir asal Indonesia tidak ragu menggunakan jasa customs broker untuk membantu dan mempercepat proses pemasukan barang.
"Kemudian penting juga customs broker (pialang kebeacukaian). Customs broker ini yang dapat membantu Indonesia memenuhi 9 aturan yang diminta oleh negara bersangkutan," jelasnya.
Selain ke AS dan Kanada, Bayu menyebut Timur Tengah yang akan menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan penetrasi pasar baru produk kuliner Indonesia.
"Dubai, Timur Tengah dan cukup potensial juga yaitu Afrika. Yang sudah berjalan di Uni Eropa yaitu Paris dan Amsterdam yaitu salah satunya ada pasar malam Indonesia di Amsterdam," sebutnya.
(wij/dnl)











































