Ini Dia Pasar Ekspor Potensial Kuliner RI

Ini Dia Pasar Ekspor Potensial Kuliner RI

- detikFinance
Jumat, 11 Apr 2014 14:58 WIB
Ini Dia Pasar Ekspor Potensial Kuliner RI
Jakarta - Peluang ekspor produk kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia ke Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Kanada masih terbuka lebar.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengakui, masyarakat AS dan Kanada sangat menyukai produk kuliner Indonesia. Oleh sebab itu, Bayu mencoba membagi tips produk apa yang banyak diminta dan cara melakukan ekspor ke dua negara tersebut.

"Produk Indonesia harus lebih menampilkan faktor-faktor seperti nilai etnis atau makanan yang slow food seperti produk permen, kopi, teh, kecap, dan jeli. Bukan fast food. Kemudian makanannya organik dan yang jelas makanan yang dihasilkan oleh UKM," kata Bayu saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping itu, kedua negara itu juga banyak menyukai produk alat makan buatan Indonesia seperti gelas dan piring. "Empat komponen yang paling banyak disukai di sana mulai makanan olahan, bahan makanannya seperti vanila dan kayu manis, lalu ada alat makan seperti gelas kemudian pengalaman kulinernya," imbuhnya.

Namun ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh para eksportir. Bayu meminta agar para eksportir asal Indonesia tidak ragu menggunakan jasa customs broker untuk membantu dan mempercepat proses pemasukan barang.

"Kemudian penting juga customs broker (pialang kebeacukaian). Customs broker ini yang dapat membantu Indonesia memenuhi 9 aturan yang diminta oleh negara bersangkutan," jelasnya.

Selain ke AS dan Kanada, Bayu menyebut Timur Tengah yang akan menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan penetrasi pasar baru produk kuliner Indonesia.

"Dubai, Timur Tengah dan cukup potensial juga yaitu Afrika. Yang sudah berjalan di Uni Eropa yaitu Paris dan Amsterdam yaitu salah satunya ada pasar malam Indonesia di Amsterdam," sebutnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads