"Kita akan lihat faktornya, apakah satu, dua perusahaan/importir saja. Kalau semuanya (semua perusahaan) berbeda ceritanya," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui di kantornya di Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (11/04/2014).
Berdasarkan data Kemendag, SPI (Surat Persetujuan impor) untuk sapi indukan yang telah diterbitkan untuk periode Januari hingga Maret 2014 adalah sejumlah 2.500 ekor sapi indukan, yang diberikan kepada 1 perusahaan yaitu PT Sulung Ranch, namun belum terealisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat data di atas, Bayu menjelaskan bila ada beberapa kemungkinan faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya realisasi impor sapi hidup oleh para importir.
"Jadi kemungkinan ada perubahan kebijakan sapi bakalan dan sapi indukan dan mengejar permintaan yang meningkat menjelang lebaran. Ramadhan ini jatuh pada bulan Juni-Juli, sedangkan sapi masa penggemukan 3 bulan. Jadi baru (akhir) Maret akan direalisasikan. Ini adalah salah satu faktor juga," jelasnya.Β
(wij/rrd)










































