Impor Sapi Masih Rendah, Kemendag Siap Investigasi

Impor Sapi Masih Rendah, Kemendag Siap Investigasi

- detikFinance
Jumat, 11 Apr 2014 16:56 WIB
Impor Sapi Masih Rendah, Kemendag Siap Investigasi
Jakarta - Realisasi impor sapi hidup baik bakalan maupun siap potong pada kuartal-I (periode Januari-Maret) 2014 belum teralisasi 100%. Rata-rata impor sapi baru terealisasi sebanyak 60%. Untuk itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan investigasi kepada para importir sapi mencari tahu penyebab masih rendahnya importasi sapi.

"Kita akan lihat faktornya, apakah satu, dua perusahaan/importir saja. Kalau semuanya (semua perusahaan) berbeda ceritanya," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui di kantornya di Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (11/04/2014).

Berdasarkan data Kemendag, SPI (Surat Persetujuan impor) untuk sapi indukan yang telah diterbitkan untuk periode Januari hingga Maret 2014 adalah sejumlah 2.500 ekor sapi indukan, yang diberikan kepada 1 perusahaan yaitu PT Sulung Ranch, namun belum terealisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu pada periode yang sama, realisasi impor sapi siap potong baru mencapai 60,06% atau mencapai 15.834 ekor. Kemendag sendiri telah mengeluarkan izin sebanyak 26.360 ekor kepada 16 perusahaan. Sama dengan sapi siap potong, realisasi impor sapi bakalan juga masih rendah. Dari total izin yang dikeluarkan sebesar 130.245 ekor kepada 35 perusahaan, realisasi impor baru mencapai 112.045 ekor atau 86,2%.

Melihat data di atas, Bayu menjelaskan bila ada beberapa kemungkinan faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya realisasi impor sapi hidup oleh para importir.

"Jadi kemungkinan ada perubahan kebijakan sapi bakalan dan sapi indukan dan mengejar permintaan yang meningkat menjelang lebaran. Ramadhan ini jatuh pada bulan Juni-Juli, sedangkan sapi masa penggemukan 3 bulan. Jadi baru (akhir) Maret akan direalisasikan. Ini adalah salah satu faktor juga," jelasnya.Β 

(wij/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads