Sofjan Wanandi: Pengusaha Masih Ragu Investasi di Aceh

Sofjan Wanandi: Pengusaha Masih Ragu Investasi di Aceh

- detikFinance
Selasa, 15 Apr 2014 13:22 WIB
Sofjan Wanandi: Pengusaha Masih Ragu Investasi di Aceh
Jakarta - Keamanan memang menjadi faktor yang menentukan minat pengusaha dalam berinvestasi. Namun jika terlalu konservatif, akhirnya justru pengusaha sendiri yang rugi karena tidak bisa berkembang.

"Pengusaha itu pengecut, paling takut keamanan. Kita tidak berani tanpa tahu persis risiko yang dihadapi," tegas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di acara Aceh Business Forum, di Hotel Four Seasons Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Sofjan mengemukakan hal itu ketika pengusaha ditawari untuk berinvestasi di provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Menurut dia, pengusaha harus benar-benar mengetahui secara detil iklim investasi di lokasi tujuan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mata dan telinga pengusaha, Aceh masih merupakan lokasi yang jarang dijamah oleh investor. Penyebabnya adalah Aceh dianggap masih belum aman. Maklum, daerah ini pernah didera konflik yang cukup panjang.

"Saya termasuk orang yang begitu banyak bertemu dengan Pemda. Aceh yang paling banyak didengar, berita di Aceh itu banyak yang negatifnya," ujar Sofjan.

Sebenarnya, menurut Sofjan, Aceh memiliki potensi investasi yang sangat besar. Mulai dari sumber daya alam hingga pariwisata. Persoalannya adalah tidak ada upaya pemasaran yang masif sehingga persepsi pengusaha masih cenderung negatif.

"Banyak faktor positif yang sebenarnya bisa dijual tetapi kita lebih banyak dengar yang negatifnya," kata Sofjan.

Untuk menjaring lebih banyak lagi investor di Aceh, tambah Sofjan, pengusaha perlu bukti sebuah kisah sukses dari yang sudah pernah terjun menanamkan modal di provinsi terbarat di Indonesia ini. Bukan investasi yang hanya sementara, tetapi yang berkelanjutan.

"Ini kita perlu diberikan pengetahuan. Pemda perlu meyakinkan kita dengan success story langsung. Ini akan membuka yang lainnya untuk masuk," tegasnya.

Selain itu, Sofjan menyarankan pemerintah juga perlu memberikan insentif untuk merangsang minat pengusaha berinvestasi di Tanah Rencong. "Kalau perlu membawa beberapa insentif agar investasi di sana bisa sukses. Saya pikir tourism juga bagus di sana," imbuhnya.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads