"Ini adalah sesuatu yang istimewa. Garut adalah salah satu sentra produksi teh di Indonesia," kata Bayu singkat saat ditemui di Gedung Pendopo Garut, Kamis (17/04/2014).
Selain itu ia juga menjelaskan bila salah satu produsen teh kemasan yaitu Sariwangi akan membeli langsung teh yang ditanam oleh perkebunan rakyat di Desa Sukatani. Nantinya akan ada MoU yang ia saksikan antara petani teh dengan Sariwangi.
"Kemudian kerjasama yang baik antara perkebunan teh rakyat dan Sariwangi bisa menguntungkan petani serta petani bisa mendapatkan hasil yang berkelanjutan dan industri teh ini bisa diketauhi asal tehnya. Ini adalah sebuah implementasi dari persyaratan teh lestari dunia yaitu diproduksi secara berkelanjutan," katanya.
Sedangkan di tempat yang sama Bupati Garut Rudi Gunawan menjelaskan bila di Garut mempunyai lahan perkebunan teh seluas 23.000 hektar dengan produksi teh per tahun mencapai 600.000 ton.
"Setahun produksi teh di Garut mencapai 600.000 ton dari 23.000 hektar lahan teh yang dikuasai oleh PTPN VIII dan Perkebunan rakyat. 20.000 hektar itu dikuasai PTPN VIII sedangkan 3.000 dikuasai petani," jelasnya.
(wij/ang)











































