Ini Proyek-proyek Properti Sang Pengusaha Dermawan

Ini Proyek-proyek Properti Sang Pengusaha Dermawan

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2014 09:36 WIB
Ini Proyek-proyek Properti Sang Pengusaha Dermawan
Jakarta -

Bisnis properti dinilai masih akan kinclong untuk tahun-tahun mendatang. Permintaan akan hunian setiap tahun terus meningkat. Tidak heran bisnis properti semakin diminati oleh para pengusaha muda, termasuk Adrian Bramantyo Musyanif, CEO Samali Hotels and Resort.

Bram, sapaan akrabnya, merupakan salah satu dari 8 pengusaha yang ikut menyumbangkan dana kepada yayasan Indonesian Health Fund yang berfokus pada pemberantasan penyakit malaria, polio, TBC, HIV AIDS, dan program Keluarga Berencana (KB). Tidak hanya dermawan, bisnis properti Bram juga moncer.

Perusahaan Bram menargetkan untuk bisa membangun sedikitnya 8 hotel, 2 di antaranya akan dibangun di Tangerang dan Jakarta pada tahun ini, sementara 6 sisanya akan menyusul di tahun depan yang rencananya akan berlokasi di Banjarmasin, Medan, Yogyakarta, Jakarta, Bali, dan Cepu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek di Tangerang adalah hotel bintang 4, dengan total investasi mencapai Rp 100 miliar. Bangunan ini memiliki luas 6.000 meter persegi, 157 kamar, dan terdiri dari 10 lantai.

Sementara untuk hotel bintang 5 di Medan dan Jakarta masing-masing investasinya sekitar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar. Untuk hotel bintang 2 di Banjarmasin nilai investasinya sekitar Rp 20-30 miliar.

“Kita ada apartemen, real estat, di Jogja juga punya mal, kita terbaru bergerak di bidang hotel. Nanti 2015 kita akan running sekitar 8 hotel. Sekarang hotel yang sudah jadi di Tangerang, Allium namanya, hotel bintang 4, itu sudah running. Tahun ini insya Allah buka 2, tahun depan buka 6. Sekarang sudah mulai construction semua,” papar pria 27 tahun ini saat disambangi detikFinance di Essence Apartement Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurut Bram, pertumbuhan bisnis properti terus meningkat dari tahun ke tahun. Dia mencontohkan harga unit apartemen di bilangan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Harga untuk satu meter persegi saja sudah dibanderol Rp 39 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2012 yang Rp 28 juta per meter persegi. Artinya, dalam 2 tahun saja kenaikan harga properti untuk apartemen sudah naik 39,28%.

“Dari tahun ke tahun properti harganya tidak akan turun, selalu naik. Seperti apartemen, hotel, office, real estat. Misalkan di Jakarta, Essence Apartemen Dharmawangsa, dijual per unitnya yang di East Tower Rp 39 juta per meter persegi, satu unitnya itu sekitar 199 meter. Padahal tahun 2012 harganya masih Rp 28 juta per meter persegi,” papar Bram.

Contoh lain, lanjut Bram, harga satu unit apartemen di wilayah yang sama juga ikut naik. Saat ini, harga rata-ratanya mencapai di atas Rp 25 juta per meter persegi. Sementara pada 2005, harganya masih di angka Rp 18 juta per meter persegi. Artinya, sudah ada kenaikan harga 38,88%.

"Tower Eminence ini sudah naik sekali, orang yang invest di sini pun mereka rata-rata senang lah. Harga tanah di sini cuma beda beberapa belokan saja sudah beda harganya. Nanti akan ada hotel bintang 5 di lingkungan Essence, harganya dimulai dari Rp 50 juta per meter persegi,” katanya.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads