Ekonomi Si Kaya Tumbuh Lebih Cepat Ketimbang Si Miskin di Indonesia

Ekonomi Si Kaya Tumbuh Lebih Cepat Ketimbang Si Miskin di Indonesia

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2014 11:30 WIB
Ekonomi Si Kaya Tumbuh Lebih Cepat Ketimbang Si Miskin di Indonesia
Jakarta -

Meski ekonomi Indonesia tumbuh tinggi dalam tiga tahun terakhir, namun ketimpangan yang terjadi semakin lebar, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan ekonomi yang cepat pada kelas atas atau orang kaya.

Secara pendapatan, masyarakat Indonesia terbagi atas 3 kelas. Kelas atas sebesar 20%, kelas menengah sebesar 40%, dan terbawah sebesar 40%

Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS Kecuk Suharyanto mengatakan pada tahun 2005, kelas terbawah yang sebesar 40% menerima efek dari pertumbuhan ekonomi sebesar 21%. Tapi pada tahun 2013 hanya menjadi 16,9%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk kelas atas, pada tahun 2005 menerima 40%. Kemudian pada tahun 2013 itu menjadi 49%.

"Artinya memang yang diterima orang kelas atas jauh lebih besar dari yang kalangan bawah. Sehingga kelas atas ekonominya naik sangat cepat dan kelas bawah juga naik, tapi lambat," ujarnya dalam paparan indeks kebahagian dan ketimpangan bersama pemimpin redaksi media di Hotel Sultan, Jakarta, seperti dikutip, Kamis (17/4/2014)

Menurut Kecuk ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Pemerintah harus segera mencari upaya untuk mempersempit ketimpangan tersebut. Karena bisa memberikan efek negatif dari sisi sosial.

"Tidak bisa dibiarkan terlalu lama, karena akan ada efeknya dari sisi sosial," sebutnya.

Apalagi mengingat pemerintah akan kembali memacu pertumbuhan ekonomi setelah kestabilan terwujud. Tahun ini, ekonomi memang ditargetkan melambat pada kisaran 5,8%.

Namun, tahun 2015 pemerintah kembali menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 6%. Ini akan terus tumbuh pada tahun-tahun selanjutnya. Bila tidak ada perbaikan, maka ketimpangan pun semakin melebar.

"Jadi jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja. Juga harus pertimbangkan untuk soal lainnya," tegas Kecuk.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads