Kribo, salah satu petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya menjelaskan jenis beras hitam adalah jenis beras organik yang berwarna hitam. Beras jenis ini tergolong beras premium karena harganya di atas Rp 20.000/kg.
"Beras organik atau disebut juga padi hitam harganya Rp 25.000/kg. Jauh lebih mahal dibandingkan beras biasa yang hanya Rp 8.500/kg dan beras putih organik Rp 15.000/kg," kata Kribo saat memulai panen raya beras hitam di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (17/04/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap tahun petani terbiasa memanen beras jenis ini sebanyak 3 kali dengan jumlah produksi per hektar mencapai 8 ton. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa yang hanya 4 ton/hektar.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak yang hadir di dalam acara panen raya menyatakan beras hitam sudah diakui dunia dengan 4 sertifikat internasional yang sudah dipegang seperti Fair Trade International Rice, American Sertification Rice dan Japan Sertification Standard.
Menurut Nus, beras jenis ini sangat disukai masyarakat Amerika Serikat, Jepang hingga Uni Eropa. "Ekspor beras dari Tasikmalaya. Beras dari Tasik untuk ekspor beras organik yang sudah diekspor ke Jerman, Dubai, AS dan itu sangat istimewa," katanya.
Nilai ekspor beras hitam di tahun 2013 lalu mencapai US$ 862 ribu. Pasar terbesar beras jenis ini di Uni Eropa, Amerika, Kanada dan Jepang. Namun menurut data Kemendag justru Singapura yang menjadi importir terbesar beras jenis ini.
"Kita akan galakan produk beras organik ini dan kita harapkan perdagangan ke depan naik 5-10%. Kita harus menggenjot ekspor yang tahun lalu hanya mencapai US$ 862 ribu di tahun 2013. Negara tujuan ekspor adalah Uni Eropa, Amerika, Kanada dan Jepang. Paling besar justru ke Singapura sebesar 44%, AS 13%, Taiwan 10% dan Belgia 3%," jelasnya.
(wij/hen)











































