Pelindo II Punya Terminal Khusus Mobil Tercanggih di Asia

Pelindo II Punya Terminal Khusus Mobil Tercanggih di Asia

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2014 07:17 WIB
Pelindo II Punya Terminal Khusus Mobil Tercanggih di Asia
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan, PT Pelindo II (Persero), memiliki terminal khusus mobil super canggih di Asia. Terminal tersebut adalah bagian dari Tanjung Priok Car Terminal.

Terminal ini digunakan sebagai pintu gerbang ekspor dan impor mobil. Terminal ini terletak di area Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dan dikelola oleh anak usaha Pelindo II yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal. Kecanggihan terminal ini terletak pada sistem operasi berbasis teknologi informasi.

“Kita punya sistem operasi berbasis IT. Sistem ini kita saja yang punya di Asia. Di Eropa ada yang punya. Kalau bicara Jepang nggak ada. Ini car terminal tercanggih di Asia,” kata Direktur Komersial dan Operasi PT Indonesia Kendaraan Terminal, Bimo Widhiatmoko kepada detikFinance di Jakarta Utara, seperti dikutip Senin (21/4/2014).

Dengan sistem operasi ini, operator pelabuhan bisa mengetahui secara akurat data dari kapasitas kapal yang tiba atau berangkat, kapan dilakukan mobilisasi mobil dari atau ke pabrik, kapan truk trailer mengantar atau mengambil mobil serta di mana lokasi parkir mobil.

Sistem operasi ini baru diterapkan dan dikembangkan oleh anak usaha Pelindo II ini sejak 4 November 2013. Sistem ini mengintegrasikan antara pelabuhan, kapal, pabrikan hingga operator angkutan trailer pembawa kendaraan. Alhasil sistem ini membuat proses perputaran pengiriman kendaraan untuk ekspor dan impor berjalan sesuai jadwal.

“Semua terencana. Mobil datang ke terminal sudah direncanakan. Lokasi akan ditunjukan blok ini. Kapan lapal bongkar muat. Ada turun di blok ini. Kalau car carrier mau ambil mobil keluar sudah terjadwal,” sebutnya.

Penerapan sistem ini merupakan proses penataan atau pemindahan dari sistem data manual menjadi sistem berbasis teknologi yang akurat. Namun Bimo enggan menyebut investasi yang dikeluarkan Pelindo II untuk pengembangan sistem canggih tersebut.

“Investasi di IPC (induk),” jelasnya.

Untuk mencatat data pada setiap mobil, khususnya yang akan diekspor akan dipasang barcode, ke depan sistem barcode akan diganti dengan RFID (Radio-Frequency Identification).

“Ke depan pakai RFID. Sopir pasang RFID ke mobil. Saat mobil masuk ke parkir RFID akan tentukan lokasi. Ini lebih advance,” jelasnya.

Penyiapan infrastruktur di pelabuhan, diakui Bimo merupakan cara Indonesia Car Terminal untuk menjadi bagian dari rantai industri otomotif Indonesia. Saat ini, kapasitas terminal mampu menampung hingga 6.220 mobil.

Kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga 9.976 mobil pada tahun 2015 dan terus meningkat seiring rampungnya area Pelabuhan Kalibaru atau New Tanjung Priok. Sementara waktu antrian (dwelling time) untuk aktivitas ekspor impor selama 7 hari.

Dwelling time kita sekitar 5-7 hari untuk ekspor-impor,” sebutnya.
(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads